Pengunjung Swalayan Ditembaki, 20 Orang Kehilangan Nyawa

Lokasi kejadian. (Foto: SkyNews)

Texas, Dekannews- Sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari dua lusin orang terluka setelah seorang pemuda kulit putih berusia sekitar 20 tahun, melakukan penembakan secara membabi buta di Swalayan Walmart di El Paso, Texas,  Sabtu (3/8/2019) waktu setempat. 

"Pelaku telah ditangkap dan ditahan pihak berwenang," demikian dilaporkan Reuters, Minggu (4/8/2019) WIB. 

Saat pelaku datang dan melakukan penembakan, pengunjung Walmart ada yang sedang bebelanja kebutuhan sekolah. 

Tak pelak, pengunjung dan karyawan swalayan itu panik dan behamburan untuk menyelamatkan diri, namun banyak di antara mereka yang terperangkap pembantaian dan menjadi korban. 

"Kasus ini terjadi hanya enam hari setelah seorang pemuda bersenjata membunuh tiga orang di sebuah festival kuliner di utara California," imbuh Reuters

Kepolisian El Paso, Sersan Polisi Robert Gomez,  mengatakan, pihak berwenang sudah menangkap pelaku yang melakukan aksinya dengan senjata laras panjang itu. Pelaku laki-laki kulit putih berusia 20-an. 

"Ini sebuah tragedi dimana saya sendiri kesulitan untuk memahami apa alasan atau motifnya,," kata Wali Kota El Paso,  Dee Margo, kepada stasiun televisi CNN.  

Mengutip beberapa petugas keamanan, stasiun televisi El Paso KTSM mengunggah dua foto kemera keamanan yang memperlihat pelaku sedang masuk ke dalam Walmart. Foto yang diunggah di situs KTSM itu memperlihatkan seorang laki-laki kulit putih menggenakan kaca mata, celana panjang khaki, kaus warna hitam, dan headphone atau penahan suara di telinganya. 

Ia mengancungkan senjata api laras panjang. 

Belum dapat dikonfirmasi kebenaran foto tersebut. Di media sosial Twitter, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan penembakan di El Paso 'sangat buruk, membunuh banyak orang'.  

"(Sudah) berbicara dengan gubernur untuk menjanjikan dukungan penuh Pemerintah Federal, Tuhan bersama kalian semua," tulis Trump. 

Anggota House of Representative dari El Paso,  Veronica Escobar, mengakui, jumlah korban dalam kasus ini sangat 'mengejutkan',  sementara Kepada CNN, juru bicara rumah sakit University Medical Center of El Paso mengatakan pihaknya menerima 13 pasien, termasuk satu orang yang meninggal dunia.  

Ia menambahkan, beberapa pasien sedang dioperasi, sementara  yang lainnya sudah dalam kondisi stabil. Dua orang yang pasien yang tiba di rumah sakit itu adalah anak-anak. Luka mereka tidak mengancam nyawa dan sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Anak El Paso. 

Media setempat melaporkan respons masyarakat terhadap permintaan donor darah yang dilakukan polisi sangat luar biasa. Ada antrean panjang dalam upaya membantu korban luka tersebut. Beberapa pendonor pun diminta untuk kembali besok. (rhm)