Pengelola Parkir di Pelabuhan Kaliadem Ngaku Tak Punya Kewenangan Lakukan Perbaikan Fasilitas

Kondisi lahan parkir di Pelabuhan Kaliadem saat difoto pada 24 Februari 2020. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Direktur CV Cahaya Muara Angke (CMA) Tri Waluyo mengatakan, sebagai pengelola parkir di Pelabuhan Kaliadem, Jakarta Utara, pihaknya tidak punya kewenangkan memperbaiki fasilitas parkir yang dikelolanya itu.

"Saya ingin urug, tapi tidak diperkenankan karena pertama, urugan yang saya gunakan (dinilai) tidak sesuai spek; kedua, memang mau diperbaiki oleh Pemda," katanya kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, Senin (9/3/2020).

Ketika ditanya apakah itu berarti meski CMA merupakan pengelola lahan parkir di Pelabuhan Kaliadem, namun kewenangan untuk memperbaiki lahan parkir itu tetap di Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sebagai pemilik lahan? Tri mengiyakan.

"Oh iya... Setiap kali saya ingin ada perbaikan atau pembangunan sarana parkir, harus izin terlebih dahulu...," katanya.

Tri menjelaskan, sejalan dengan revitalisasi yang saat ini tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap Pelabuhan Kaliadem, tahun ini juga berdasarkan info yang dia dapat, Dishub akan membuat tempat parkir yang lebih baik, namun dimana lokasinya dan apakah perusahaannya akan menjadi pengelola tempat parkir itu, ia tidak tahu karena selain belum melihat site plan revitalisasi Pelabuhan Kaliadem, juga karena di Pelabuhan Kaliadem ada dua bidang di Dishub yang menangani, yakni Bidang Pelabuhan Penyeberangan dan UP Perparkiran.

Ketika ditanya tahun berapa kontrak CMA dengan Dishub berakhir dalam mengelola parkir di Pelabuhan Kaliadem? Tri menjawab; "Tahun 2025".

Seperti diberitakan sebelumnya, wisatawan yang akan menyeberang ke Kepulauan Seribu melalui Pelabuhan Kaliadem, mengeluhkan fasilitas parkir di pelabuhan itu karena selain masih berlantai tanah, juga selalu becek jika disiram hujan. Tak hanya itu, tanah di tempat parkir itu pun tidak rata dan berlubang-lubang, sehingga jika musim hujan, lubang itu menjadi kubangan karena dipenuhi air.

Tri menegaskan, lahan parkir tersebut tidak rata dan berlubang karena selain terus menerus disiram hujan, juga karena kendaraan besar proyek revitalisasi Pelabuhan Kaliadem keluar masuk tempat parkir itu.

"Sebelumnya gak ada yang komplain, baru-baru ini saja (ada yang komplain) karena faktor cuaca," katanya. Tri bahkan mengaku kalau akibat kondisi ini, pemasukan peruaahaannya anjlok dari Rp10 juta/minggu menjadi hanya Rp3 juta/minggu. (rhm)