Pengamat Khawatir Ibukota Baru Akan Jadi Pusat Sekulerisasi di Indonesia

Desain Monumen Pancasila di ibukota baru memiliki lambang Bintang Daud dan tugu seperti obelisk. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Pengamat politik dan kebijakan publik Amir Hamzah khawatir ibukota baru yang ditetapkan Presiden Jokowi berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegera, Kalimantan Timur (Kaltim), akan menjadi pusat sekulerisasi di Indonesia.

Pasalnya, Monumen Pancasila yang akan dibangun di ibukota pengganti Jakarta tersebut memiliki simbol-simbol Freemasonry, organisasi persaudaraan rahasia Yahudi yang merupakan bagian dari Gerakan Zionis Internasional dengan misi menciptakan Tatanan Dunia Baru (The New World Order).

Organisasi ini memiliki organisasi underbow yang dikenal radikal dan tak segan-segan melakukan kekerasan, yakni Illuminati.

Simbol yang dipersoalkan Amir itu berada pada dasar Monumen Pancasila yang berupa Bintang Daud (heksagram) dan tugunya yang menyerupai obelisk.

"Keberadaan simbol-simbol itu membuat saya khawatir ibukota baru itu akan menjadi pusat sekulerisasi di Indonesia," kata Amir kepada dekannews.com di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Aktivis senior asal Maluku ini mengaku terkejut ketika melihat desain Monumen Pancasila yang dibuat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan desain itu seolah mengonfirmasi isu yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa selain berorientasi ke Republik Rakyat China (RRC), pemerintahan Jokowi juga didukung oleh Yahudi.

Amir Hamzah

"Karena itu agar tidak ada fitnah dan prasangka negatif, sebaiknya Bappenas jelaskan mengapa menggunakan simbol Bintang Daud dan obelisk di Monumen Pancasila," tegasnya.

Sekularisme merupakan sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Ideologi ini berkembang di Eropa pada masa Renaisans (abad XIV - XVII).

Konon, sekularisme dan isme-isme yang lain seperti prularisme, liberalisme, humanisme, kapitalisme dan lain-lain merupakan ideologi yang diciptakan Freemason untuk mewujudkan Tatanan Dunia Baru dimana mereka adalah penguasanya, dan di dunia ini hanya ada satu agama.  

Bintang Daud dan obelisk merupakan dua dari 15 simbol yang dimiliki Freemason dan Illuminati. Yang lain di antaranya all-seeing eye atau mata satu seperti yang terdapat pada uang dolar AS, Bhapomet (manusia berkepala kambing), skull (tengkorak),  dan Triple Six (666).

Pada Maret 2017 Presiden Jokowi sempat mengejutkan publik ketika dia meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama, demi menghindari gesekan antarumat. Meski pernyataan itu kemudian diralat, namun publik kadung curiga kalau Presiden tengah mengembangkan ideologi sekulerisme di Indonesia.

Di sisi lain, meski Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 malarang penyebaran atau pengembangan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme, namun pada Juli 2019 lalu Menristekdikti Mohamad Nasir justru mempersilakan mahasiswa dan civitas akademika yang ingin melakukan kajian mengenai paham Marxisme di lingkungan kampus.

Amir mengatakan bahwa semula ia mengira sekulerisme dan komunisme tidak dapat seiring sejalan, namun ternyata ia keliru.

"Tapi saya melihat memang ada kesamaan pada kedua ideologi ini, karena komunisme tidak mengakui adanya Tuhan atau atheis, sementara sekulerisme menjauhkan manusia dari Tuhan," katanya.

Freemason dan Illuminati, lanjut Amir, merupakan penganut aliran Satanisme alias penyembah setan.

"Mereka menyembah Lucifer (raja iblis yang dianggap sebagai Tuhan)," tegasnya.

Menurut data yang diperoleh, pada dasarnya aliran Setanisme dibagi menjadi dua, yaitu Teistik dan  Atheistik.

Aliran teistik atau biasa disebut juga Setanisme Tradisional, adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai dewa. Sedangkan aliran Atheistik (Ateis) adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah (komunisme). (rhm)