Pengadaan Pompa Pengendali Banjir TA 2020, Didatangkan TA 2021

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaeni Yusuf (sebelum digeser jadi Wakil Walikota Jakarta Utara), mengawasi kedatangan mesin pompa pengendali banjir, baru - baru ini. [Dok LP2AD]

Jakarta, Dekannews - Dalam dua pekan terakhir ini, Gubernur DKI Jakarta menjadi sorotan terkait hujan, banjir dan penanganan banjir. Sorotan tajam diarahkan langsung kepada Anies Baswedan selaku penanggung jawab pengelolaan pemerintahan. 

Dibalik sorotan tajam terkait penanganan banjir 2021 kepada Anies Baswedan, masih bisa menorehkan "prestasi dan pujian", banjir tidak perlu menginap dan merendam wilayah Jakarts sepanjang dua minggu terakhir ini. Namun dibalik "prestasi dan pujian" tersebut masih ada saja cacat yang menyertainya.

Menurut Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Viktor Napitupulu, jika mesin pompa yang dibeli pada TA 2020 langsung dipasang, kemungkinan besar banjir minggu kemarin bisa cepat surut kurang dari tujuh jam. "Ada empat titik untuk pemasangan mesin pompa pengendali banjir tapi barangnya baru datang pada Februari 2021 padahal pengadaan barang TA 2020. Jelas ini tidak benar," buka Viktor kepada dekannews.com, Selasa (23/2/2021), di Jakarta.

Dinas Sumber Daya Air sebagai pengguna, lanjut Viktor, baru mendapatkan barang tersebut pada awal Februari 2021. "Ini saja baru tiga dari empat titik yang menjadi target pemasangan," ujar Viktor.

Tidak hanya soal keterlambatan pengiriman barang dan pemasangan mesin pompa pengendali banjir, kata Viktor, kendati bermasalah kontraktor pemenang tender telah dibayar penuh. "Dalam dokumen lelang sumber anggaran dari APBD TA 2020, ternyata dibayat juga menggunakan sumber anggaran PEN," pungkas Viktor. (Kir)