Pengabaian "Iqra"

Ilustrasi. (Foto: Int)

ALLAH SWT sangat sayang kepada hamba-Nya. Dia dengan begitu indahnya memberi bekal yang menginspirasi agar dapat "menaklukkan dunia".

 

Oleh: Adam Bonsai
Aktivis Komunitas Seniman Inteletual Betawi

Allah SWT mengajari umat Islam untuk "IQRA", tapi kemudian kita, umat Islam di Indonesia, panik manakala dalam urusan duniawi di negeri ini didominasi warga keturunan dan pendatang.

Sebut saja tajirnya bos Djarum, bos Gudang Garam, Bos produsen mi instan, dan lain-lain. Mata kita terbelalak sebab kekayaan mereka jika digabungkan bahkan mampu membangun 10 ibukota sebuah negara.

Lalu mengapa kita selalu terlambat untuk belajar mencambuk diri? Kapan kita bangkit? Hampir 100 tahun negeri ini merdeka, berapa detik, berapa menit,  berapa jam, berapa hari, berapa tahun kita tertidur pulas????

Salah siapa jika begini? Rakyatkah? Pemimpinkah? Atau para pendatang yang super gigih? Bak mencari sebatang jarum di tumpukan jerami, entah apa yang musti kita jawab

Mengapa kita tidak mengikuti perintah Allah untuk "iqra" supaya kita tidak mudah kalah dalam kompetisi, supaya kita mampu bersaing dengan dunia? Mengapa kita tidak memaknai "iqra" dan menangkap pesan Allah SWT di balik perintahnya itu? Yakni, belajar untuk mencapai pemahaman dan penguasaan di semua bidang, dan berikhtiar untuk memperoleh kemerdekaan kelas sosial, mencapai kemerdekaan kelas intelektual, memperoleh kemerdekaan kemanan dan keadilan di seluruh segmen kehidupan berbangsa dan bernegara, serta berjuang menjadi sebuah bangsa dengan negara besar yang setara dengan negara-negara lain yang telah maju, dan di segani. 

Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya. Dia yang Maha Pengasih dengan begitu indahnya memberi bekal yang menginspirasi seperti "Iqra", " kautsar",  "Arrahman/Arrahim",  "ilmi" "baldatun" dan berjibun firman Allah yang membekali hamba-Nya agar dapat "menaklukkan dunia".

Sudah saatnya umat Islam di Indonesia memulai mencari posisi di perhelatan dunia, dan menjadi kelompok masyarakat yang diperhitungkan, untuk mengubah situasi yang tidak berubah dari zaman kerajaan Melayu sampai Majapahit yang selalu tidak berdaya ditekan "Mongolia". Sebab, Allah sudah memberikan rumusan kehidupan kepada kita dalam Alquran dan al hadits.

Adambonsai
2019