Pemkot Jakut Akan Bongkar Lokalisasi Rawa Malang

Ilustrasi. (Foto: eko/Dekan)

Jakarta, Dekannews- Pemkot Jakarta Utara berencana membongkar kafe-kafe di dalam area lokalisasi Rawa Malang, Jalan Cakung Drain, Kecamatan Cilincing. 

Rencana itu diketahui berdasarkan surat Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra bernomor 2974/-072.9 yang ditujukan kepada sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). 

Surat yang diterbitkan Jumat (20/9/2019) tersebut mengundang pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Jakarta Utara untuk rapat di Ruang VIP lantai 2 Gedung P kantor walikota Jakarta Utara, Senin (23/9/2019). 

Ada tiga agenda yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Satu di antaranya adalah rencana penertiban kafe Rawa Malang. 

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Kota Jakarta Utara, M Sidik Dahlan, mengatakan sangat mendukung kebijakan Pemkot Jakut tersebut, karena selain dikeluhkan masyarakat, di lokalisasi itu juga rawan kriminalitas. 

“Tempat prostitusi Rawan Malang sudah puluhan tahun berdiri, semenjak Kramat Tunggak digusur (pada 1998). Tempat itu juga rawan kriminalitas. Untuk itu kami berharap Pemkot Jakarta Utara benar-benar merealisasi penertiban tersebut,“  ujar Sidik, Sabtu (21/9/2019). 

Abdulah (50), warga Kelurahan Cilincing, juga menyambut baik rencana penertiban yang akan dilakukan Pemkot, karena katanya, masyarakat sangat resah atas keberadaan tempat prostitusi Rawa Malang yang berkedok kampung warga. 

"Bila perlu Koljem (kolong jembatan ) juga dibongkar," katanya. 

Abdullah mengakui, akibat keberadaan lokalisasi Rawa Malang, nama kampung tempat tinggalnya menjadi jelek. Di lokalisasi itu juga rawan tawuran, rawan perdagangan Miras serta rawan penyalahgunaan Narkoba. 

"Lokalisasi itu juga merusak mental dan moralitas generasi muda,” tegasnya. (eko)