Pemerintah Bagi Jam Kerja di Jabodetabek Jadi 2 Shift

Ahmad Yurianto. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Percepatan Penanganan Covid-19  menerbitkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. 

Surat Edaran itu dibuat agar kantor pemerintahan dan swasta memberlakukan jam kerja dua gelombang guna mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di transportasi umum, khususnya KRL Commuter Line.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube BNPB, Minggu (14/6/2020), mengatakan, Selain itu, Surat Edaran itu diterbitkan mengingat kepadatan transportasi umum pada jam sibuk, sehingga rawan penularan Covid-19.

"Data yang kita dapatkan misalnya KRL, kita melihat lebih dari 75% penumpang KRL adalah para pekerja, baik ASN, pegawai BUMN maupun pegawai swasta, dan kalau diperhatilan pergerakannya, hampir 45% di sekitar jam 05.30 WIB sampai 06.30 WIB," katanya.

Ia menambahkan, sesuai Surat Edaran yang diterbitkan, maka awal jam masuk kerja pekerja di kawasan Jabodetabek dibagi dua shift yang tentunya berimplikasi pada akhir jam kerja.

Shift pertama pada pukul  07:00-07:30 WIB, dan jam kerja berakhir pada pukul 15:00-15:30 WIB, sedang shift kedua pukul 10.00-10.30 WIB dan jam kerja berakhir pada pukul 18:00-18:30 WIB.

Yurianto menjelaskan, kebijakan ini mulai berlaku Senin (15/6/2020) besok.

Meski demikian, katanya, untuk pekerja yang masuk kategori Lansia, yang mengidap penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit paru, pemerintah meminta kebijaksanaan perusahaan untuk memperbolehkan pekerjanya itu melakukan kerja dari rumah, karena kelompok inilah rentan tertular Covid-19.

Update data Covid-19

Sementara itu, secara kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 hingga hari ini pukul 12:00 WIB tercatat sebanyak 38.277 kasus,  dimana 14.531 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan 2.134 orang meninggal dunia.

"Ada penambahan 857 kasus baru dibanding hari Sabtu kemarin," kata Yurianto.

Jumlah itu berasal dari 18.760 spesimen yang diperiksa.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/6/2020), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 37.420 orang karena mengalami penambahan 1.014 orang dibanding Jumat (12/6/2020).

Penambahan kasus positif tersebut tidak merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah yang memang melaporkan banyak kasus positif, namun untuk pasien negatifnya juga tinggi.

Kasus baru tertinggi pada hari Minggu ini tercatat di Jawa Timur sebanyak 196, disusul Sulawesi Selatan 133 kasus dan DKI Jakarta 117 kasus. 

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.574 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 41.639 orang. (rhm)