Pembobolan Rekening Nasabah Rp. 20 Miliar, Hendarsam: PT Bank Maybank Harus Ikut Tanggung Jawab

Hendarsam Marantoko. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Praktisi hukum Hendarsam Marantoko menilai, PT Bank Maybank  Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) tak dapat berlepas diri dari kasus pembobolan rekening  nasabah yang diduga dilakukan oleh Kepala Cabang Maybank Cipulir, Jakarta Selatan, berinisial A. 

Rekening tyang dibobol adalah milik Winda Lunardi alias Winda Earl, seorang  atlet eSport, dengan nilai kerugian mencapai Rp20 miliar. 

"Dalam kasus hilangnya dana nasabah di Maybank, bank tidak bisa serta merta melepaskan diri dengan menyatakan bahwa hal tersebut diduga dilakukan oleh kepala cabangnya," kata Hemdarsam melalui pesan WhatsApp, Senin (9/11/2020). 

Menurut advokat yang akrab disapa Hence ini, secara pidana mungkin saja hanya sebatas kepala cabang yang dinyatakan bersalah, akan tetapi secara keperdataan berdasarkan pasal 1367 ayat (1) dan ayat (3) KUHPerdata, bank sebagai majikan dapat dimintai pertanggungjawaban secara tanggung renteng atas kelalaian/kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya dengan tetap berpedoman kepada konsep vicarious liability 

"Karena secara prinsip, majikan yang dibebankan kewajiban untuk mengawasi karyawannya, dan bukan nasabah,' imbuh dia. 

Pasal 1367 ayat (1) KUHPerdata disebutkan: "Seseorang tidak saja bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya atau disebabkan oleh barang-barang yang berada dibawah pengawasannya". 

Sedang pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata menyatakan; “Majikan-majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, adalah bertanggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh pelayan-pelayan atau bawahan-bawahan mereka didalam melakukan pekerjaan untuk mana orang-orang ini dipakainya". 

Seperti diberitakan media, kasus ini telah dilaporkan korban ke Bareskrim Polri pada 8 Mei 2020 dan diregistrasi dengan nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim. 

Kasus bermula ketika ketika korban datang ke Maybank Indonesia Cabang Cipulir, dan ditawari A untuk membuka simpanan berupa rekening berjangka. Korban tergiur karena bunga simpanan yang ditawarkan A terbilang tinggi. 

Korban lalu menyetorkan uang sebesar Rp 20 miliar untuk membuka rekening atas namanya sendiri sebesar Rp 15 miliar, dan rekening atas nama ibunya,  Floretta, sebesar Rp5 miliar.

Belakangan diketahui kalau A tidak benar-benar membuatkan rekening berjangka untuk korban, karena tersangka memalsukan semua data-data untuk membuat korban percaya bahwa dirinya sudah dibuatkan rekening berjangka seperti yang ditawarkan. 

Tanpa setahu korban, A mentransfer uang korban kepada rekan-rekannya, kemudian diputar dengan harapan dapat mendapatkan keuntungan.

Korban sendiri baru tahu dirinya dikadali A setelah mendapatilkan saldo di rekeningnya hanya sebesar Rp 600.000, sementara saldo rekening ibunya hanya Rp17 juta.

Sadar ada yang tidak beres, korban lantas melapor kepada pihak bank, namun yang didapat tidak sesuai hatapan, sehingga melapor ke Bareskrim Polri. 

A telah ditetapkan sebagai tersangka, dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) juga telah menunjuk pengacara beken Hotman Paris untuk menghadapi laporan tersebut. 

Dalam pernyataan resminya, Presiden Direktur Maybank Taswin Zakaria mengaku pihaknya telah melakukan investigasi terkait kasus ini, dan bahkan mengaku telah pula melapor kepada polisi. 

“Maybank di sini juga sebagai pelapor, mohon perlindungan hukum dan investigasi kemungkinan keterlibatan pihak-pihak selain internal. Mohon kita sama-sama mengikuti dan menghormati dulu proses yang sedang berjalan," ujar Taswin seperti dilansir Tribunnews

Terkait kasus ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan internal PT Bank Maybank Indonesia Tbk. 

“Pengawas OJK akan mengevaluasi sistem pengawasan internal bank agar ke depannya bank terhindar dari fraud yang dilakukan oknum bank,” ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo, seperti dilansir Kontan. (rhm)