Pasus BIN Rajawali, Pasukan Angkatan Kelima

Demo - Pasukan Khusus BIN, Rajawali, unjuk kebolehan di hadapan para jenderal, Ketua DPR dan tamu kehormatan lainnya dalam acara inagurasi STIN, baru - baru ini, Kampus STIN Sentul, Bogor, Jawa Barat. [IST]

Jakarta, Dekannews - Keberadaan Pasukan Khusus (Pasus) Rajawali milik Badan Intelijen Negara (BIN) memunculkan kekhawatiran hadirnya pasukan angkatan kelima dan dinilai membahayakan bagi negara.

“Dibentuknya pasukan BIN memunculkan tanda tanya. Jika BIN tidak dijelaskan secara baik bisa memunculkan kecurigaan. Mengingat negara sudah memiliki  TNI AD, AL dan TNI AU serta Kepolisian. Kejadiran pasukan BIN dapat diartikan munculnya angkatan kelima dalam bentuk lain,” kata Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020), di Jakarta.

Menurut Amir Hamzah, publik mencurigai keberadaan Pasus Rajawali tidak bisa dilepaskan kedekatan Kepala BIN Budi Gunawan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. Pada sisi lain, partai berlambang Banteng Moncong Putih itu mempunyai kedekatan dengan Partai Komunis Cina (PKC).

“Kondisi BIN tidak lepas karena kedekatan rezim ini dengan Komunis Cina dengan adanya partai- partai koalisi pemerintahan yang melakukan kerja sama dengan PKC. Kedekatan personal Kepala BIN dengan Megawati memunculkan tanda tanya, pembentukan Pasus BIN Rajawali memunculkan masalah baru,” papar mantan Ketua Pokja Penyelesaian Konflik Maluku ini.

Pamer pasukan BIN Rajawali, analisa Amir,  memiliki pesan gertakan kepada kelompok tertentu. “Bisa juga dianalisa, pamer Pasus BIN Rajawali meminta kelompok tertentu agar hati-hati tidak melawan penguasa,” terang pria yang bersama Pasukan Siliwangi berhasil menangkap dan menurunkan DR Suomokil dari gunung dan hutan lebat di suatu tempat di Maluku ini.

Masih menurut Amir, pasca tersebarnya video dan foto Pasus BIN Rajawali,  seharusnya Panglima TNI, Kepala Staf TNI AD, AL, dan AU bersuara. “Ternyata diam dan ini menambah kecurigaan masyarakat,” jelas Amir.


Amir tak hanya meminta Panglima TNI bersuara tapi juga Komisi I DPR harus cepat merespon keberadaan Pasus BIN ini. “Kita harapkan Komisi I DPR bersuara menolak lahirnya pasukan BIN, tetapi bisa macet di sana karena ada kepentingan politik tertentu,” ulasnya.

BIN memperagakan atraksi militer Pasukan Khusus Rajawali yang dilengkapi senjata mutakhir laras panjang di hadapan sejumlah pejabat negara dalam kegiatan Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Plaza STIN, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9). Menurut Amir, STIN memiliki dua program studi yakni Agen Intelijen dan Agen Analisi. 

Hal ini diketahui dari cuplikan video yang diunggah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesetyo di akun instagram pribadinya bambang.soesatyo. “Pasukan Khusus Rajawali BIN memang beda. Selamat. Penampilan yang luar biasa. Jaga Indonesia, jaga NKRI,” kata Bambang seperti dilansir suaranasional.com

Dalam video itu, pasukan terlihat memperagakan aksi khas militeristik di hadapan sejumlah Jenderal TNI yang hadir. Tidak diketahui apakah Pasus Rajawali terdiri atas personel TNI, Polri, atau anggota BIN.

Atraksi Pasukan Rajawali ini ditampilkan di hadapan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesetyo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafi, dan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono. (Kir)