Partai-partai Pengusung Prabowo-Sandi Kuasai 4 Kursi Wakil Ketua DPRD DKI

Gedung DPRD DKI Jakarta. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- PDIP diprediksi bakal mengulang sukses di Pemilu 2014, karena pada gelaran Pemilu 2019, partai berlambang banteng dengan moncong putih itu memperoleh kursi paling banyak di DPRD DKI Jakarta.

Dari data yang dihimpun, Senin (13/5/2019), diketahui kalau dari enam wilayah di Jakarta, Jakarta Timur satu-satunya wilayah yang belum tuntas melakukan rekapitulasi, karena dari tujuh kecamatan di wilayah itu, KPUD-nya baru menyelesaikan perhitungan untuk tujuh kecamatan.

Tiga kecamatan lagi, yakni Cakung, Duren Sawit dan Pulugadung, baru akan direkapitulasi malam ini.

Meski demikian, berdasarkan rekapitulasi yang sudah dilakukan diketahui kalau untuk sementara dari 10 Dapil di DKI Jakarta, PDIP meraih 25 kursi, sedang Gerindra 19 kursi, PKS 16 kursi, Demokrat 10 kursi dan PAN 9 kursi.

Berturut-turut di bawahnya adalah PSI 7 kursi, Nasdem 7 kursi, Golkar 6 kursi, PKB 5 kursi, dan PPP serta Hanura masing-masing 1 kursi.

Meski demikian, jika dibanding hasil Pemilu 2014, perolehan kursi PDIP pada Pemilu 2019 turun, karena pada 2014 PDIP mendapat 28 kursi.

Kehilangan banyak kursi juga dialami tiga partai pengusung pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019, yakni Hanura, PPP, dan Golkar, karena pada Pemilu 2014 Hanura memperoleh 10 kursi, PPP 10 kursi, dan Golkar 9 Kursi.

PKB kehilangan satu kursi karena pada Pemilu 2014 memperoleh 6 kursi.

Dua partai pengusung 01 yang lain, yakni Nasdem dan PSI, bernasib baik karena pada Pemilu 2014 Nasdem memperoleh 5 kursi.

Yang menakjubkan PSI, karena sebagai partai baru, partai ini mampu memperlihatkan keunggulan dibanding partai anyar lain seperti Perindo, Berkarya dan Garuda, sehingga langsung meraih 7 kursi di DPRD DKI, meski di tingkat nasional partai ini gagal memenuhi parliamentary threshold sebesar 4%, sehingga gagal masuk DPR.

Di sisi lain, partai-partai pengusung pasangan nomor urut 02 di Pemilu 2019, kecuali Demokrat, mengalami penambahan kursi, karena pada Pemilu 2014 Gerindra mendapat 15 kursi, PKS 11 kursi dan PAN 2 kursi.

Demokrat stabil di 10 kursi.

Jika data ini tak berubah setelah KPUD Jakarta Timur menyelesaikan rekapitulasi untuk Kecamatan Cakung, Duren Sawit dan Pulugadung, maka meski PDIP berhak mendapat jatah kursi ketua DPRD DKI, namun empat wakil ketua lembaga legislatif itu dikuasai empat partai pengusung pasangan nomor urut 02, yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

Tak hanya itu, fraksi-fraksi yang akan menjadi fraksi oposisi bagi Gubernur Anies Baswedan pun jumlah kursinya lebih sedikit dibanding fraksi penyokong, karena jika jumlah kursi PDIP, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, Golkar dan PSI digabung, hanya berjumlah 52. Sedang jika jumlah kursi Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat digabung, jumlahnya 54. (man)