'Partai' Ini Minta KPU Tiadakan Pilkada di Solo, Medan dan Tangsel

Ketum Partai Tirik Yaluk bersama rekan dan keluarga. (Foto: FB)

Jakarta, Dekannews- Politik Dinasti yang tengah dipertontonkan Presiden Jokowi membuat masyarakat apatis terhadap kelangsungan demokrasi di Indonesia. Terlebih karena pada Pilpres 2019 lalu KPU mempertontonkan ketidakindependenan yang begitu vulgar, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara Pemilu itu runtuh.

Sebuah partai tak resmi bentukan pegiat media sosial yang dinamakan Partai Gerakan Rakyat Netizen se Tanah Air (Tirik Yaluk) menulis sebuah surat terbuka di akun Facebook-nya yang ditujukan kepada Ketua KPU Arief Budiman, Mahkamah Konstitusi (MK), DPR, dan Presiden Jokowi.

Isi surat itu sangat jelas mencerminkan keapatisan tersebut, bahkan rasa frustasi akibat ketidakindependenan KPU yang menurut mereka hanya menampilkan sandiwara politik pada Pilpres 2019 lalu,  dan menghasilkan sebuah pemerintahan yang dinilai jauh dari harapan.

Cara 'partai' ini mengungkapkab uneg-unegnya dikemas dengan gaya satire yang diselipi kata-kata yang cenderung menghina.

Poin penting dari surat terbuka ini adalah meminta agar KPU meniadakan Pilkada di tiga kota yang diikuti anak dan mantu Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin, dan langsung saja menetapkan mereka sebagai pemenang agar tidak memboroskan keuangaj negara. 

Berikut surat terbuka partai yang diketuaumumi Azwar Siregar itu.

SURAT TERBUKA DARI PARTAI TIRIK YALUK KEPADA KETUA KPU, MK, DPR DAN PRESIDEN RI

Bapak/Ibu yang sedang berkuasa yang dihormati.

Menimbang stuasi politik kita sekarang, dimana sebentar lagi akan ada "proyek" Pilkada di beberapa daerah. Kami dari Partai Tirik Yaluk (Partai Gerakan Rakyat Netizen se Tanah Air) menghimbau, agar Pilkada yang di ikuti keluarga besar Presiden dan Wakil Presiden untuk ditiadakan.

Saran kami, demi menghemat uang Negara, lebih baik Pilkada yang diikuti oleh putra Presiden, Putri Wakil Presiden dan Menantu Presiden untuk langsung ditetapkan anak-anak muda beruntung dan sedang aji mumpung itu sebagai Pemenang.

TIdak ada gunanya sandiwara politik dan menghambur-hamburkan uang Negara untuk menyelenggarakan dagelan politik yang sama sekali tidak lucu.

Kami Partai Tirik Yaluk memahami, kondisi keuangan Negara kita dibawah pimpinan Pak Jokowi sangat luar biasa bagus. Setelah menarik dana 11 ribu triliun dari Luar Negeri, berdasarkan Data di Kantong beliau, Negara kita malah surplus uang. Hutang yang cuma 6000-an triliun langsung dilunaskan. Masih tersisa 5000 triliun yang langsung kita pinjamkan ke Singapura, Australia dan Amerika. Kasihan Negara-negara itu terancam krisis akibat Covid-19. Sekarang gantian Negara kita yang meminjamkan uang. Luar binasaa...

Ekonomi negara kita juga bertumbuh pesat di Jaman Pak Jokowi. Periode pertama langsung melesat 19 persen dari yang cuma rata-rata 6 persen di jaman SBY. Makanya sekarang Rupiah jadi mata uang Primadona Dunia (Gaib). Kalau dulu di jaman SBY 1 US Dolar nilainya sampai 9000 rupiah, sekarang terbalik, 1 Rupiah sama dengan 14 ribu bahkan sampai 15 ribu Dolar (Zimbabwe). Sekali lagi, Luar binasa, bukan...?

Pendapatan Perkapita rakyat juga meningkat pesat. Dulu jaman SBY pendapatan perkapita rakyat cuma 56 juta pertahun, tapi sejak Jaman Pak Jokowi sudah naik drastis jadi 560 juta persepuluh tahun. Luar binasa (ketiga kali). Hampir mendekati Uni Emirat Arab dan Inggris.

Tapi begitupun, dengan Pencapaian Rezim sekarang yang tiga kali luar binasa ini, kami berharap agar semua Lembaga Negara berhemat. Jangan menghambur-hamburkan Uang Negara untuk hal yang sudah ditetapkan. Jangan melakukan hal yang mubazir. Karena perkara mubazir adalah kawan setan. Mosok kita semua jadi kawan setan buat milih setan...?

Mohon mangap kalau ada yang kesetanan.....

#TolakPolitikDinasti
#LindungiNKRI
#SavePancasila

Note :

Foto dibawah (dijadikan cover berita oleh Dekannews,  red) ngga ada hubungannya dengan tulisan. Cuma memajang wajah ganteng Partai Tirik Yaluk bersama sahabat dan kerabat. Dan Kepal satu tanda NKRI harga mati dan Pancasila Abadi 😊

Seperti diketahui, putra sulung Presiden Jokowi,  Gibran Rakabuming Raka, akan mengikuti Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Solo pada Desember 2020 mendatang, sementara menantu Jokowi, Bobby Nasution, akan maju di Pilwalkot Medan, Sumatera‎ Utara; dan anak Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah Ma'ruf akan maju di Pilwalkot Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Saat menghelat Pilpres 2019, KPU memperlihatkan kinerja yang dinilai sangat buruk karena terlihat jelas berpihak kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Bahkan karena kantor KPU terus menerus didemo warga agar lembaga penyelenggara Pemilu itu independen, KPU mempercepat satu hari pemenang Pilpres 2019, dan diumumkan tengah malam saat sebagian besar rakyat Indonesia masih tidur. 

KPU mengumumkan Jokowi-Ma'ruf menang Pilpres dengan suara 55,5% pada 21 Mei 2020 pukul 01:46 WIB. Ini pengumuman pemenang Pilpres paling pagi dalam sejarah demokrasi di dunia. (rhm)