PAN Diprediksi Bakal Punya Ketum Baru

Kantor DPP PAN. (Foto: Ist)

Jakarta, Dekannews- Wakil Ketua DPD PAN DKI Jakarta, Sugiyanto, mengatakan, tahun ini partainya kemungkinan akan memiliki ketua umum baru karena PAN membudayakan tradisi penyegaran dalam setiap periode kepemimpinan.

"Tradisi penyegaran itu dicanangkan Pak Amien Rais sebagai pendiri, karena itu di PAN tidak ada ketua umum yang menjabat hingga dua periode. Setelah dari Pak Amien Rais beralih ke Pak Sutrisno Bachir,  beralih lagi ke Hatta Radjasa dan saat ini di bawah pememimpinan Pak Zulkifli Hasan," katanya kepada dekannews.com melalui telepon, Rabu (20/11/2019).

Ia menambahkan, tahun ini PAN akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), dan sejauh ini telah ada enam kandidat yang akan bertarung untuk memperebutkan posisi ketua umum PAN untuk periode 2020-2025. Zulkifli Hasan maju sebagai calon incumbent.

Lima calon lainnya adalah Dradjad Wibowo (Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN), Mulfachri Harahap (Wakil Ketum PAN), Hanafi Rais (Ketua Fraksi PAN di DPR), Asman Abnur (mantan Menteri PAN-RB), dan Bima Arya (Walikota Bogor).

Soal peluang Zulkifl untuk kembali terpilih, Sugiyanto mengatakan bahwa tradisi penyegaran di tubuh PAN dapat menjadi ganjalan.

"Tapi peluang untuk terpilih lagi bukan tak ada, tetap ada, tapi mungkin kecil. Selain itu yang perlu diketahui publik adalah bahwa di PAN juga terdapat tradisi dimana siapa yang terpilih sebagai ketua umum adalah yang mendapat restu dari Pak Amien Rais," imbuhnya.

Berdasarkan fakta empirik ini, politisi PAN yang akrab disapa SGY itu menilai, ada dua kandidat yang akan bersaing sangat ketat dalam Rakornas, yakni Drajat dan Mulfachri, dan dari kedua kandidat itu, Mulfachri dinilai berpeluang lebih besar untuk menjadi ketua umum PAN periode 2020-2025.

"Mulfachri punya basis massa yang kuat," jelas SGY. (rhm)