Pakai Fingerprint, Fraksi PAN Bantah Tertutup dan Eksklusif

Lukmanul Hakim. (Foto: Hcn)

Jakarta, Dekannews- Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Lukamnul Hakim, mengatakan, fraksinya terbuka untuk siapa saja, dan penerapan sistem fingerprint tidak dimaksudkan untuk membuat fraksinya menjadi tertutup dan eksklusif.

"Tidak ada (yang eksklusif dan tertutup). Di sini kita selalu menerima tamu, dan kita selalu terbuka kok, tidak ada yang tertutup dan ekslusif," katanya kepada dekannews.com di ruang kerjanya di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).

Ia menjelaskan, setiap hari fraksinya menerima tamu, dan meski komisi-komisi belum terbentuk, fraksinya pada Selasa (15/10/2019) kemarin sudah menerima pengaduan dari masyarakat terkait pembayaran ijazah siswa dan siswi di seluruh Jakarta yang bermasalah.

Tamu yang diterima di antaranya dari Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

"Ini kan rumah rakyat. Jadi, tidak ada yang tertutup," tegasnya.

Lukmanul meyakinkan bahwa jika komisi-komisi sudah terbentuk, Fraksi PAN akan menyuarakan aspirasi rakyat Ibukota.

Untuk diketahui, sejumlah media kemarin memberitakan kalau Fraksi PAN DPRD DKI kini menjadi fraksi yang eksklusuf dan tertutup karena baru pada periode 2019-2024 ini fraksi tersebut menggunakan fingerprint, sehingga selain pimpinan dan anggota fraksi, serta staf fraksi dan staf ahli, tidak dapat masuk. Wartawan pun kesulitan untuk memasuki fraksi tersebut ketika akan melakukan konfirmasi atau saat akan meminta tanggapan untuk masalah tertentu.

Sebelum, pada DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019, PAN bergabung dengan Demokrat karena hanya memperoleh dua kursi pada Pilpres 2014. Kala itu Fraksi Demokrat-PAN memang tidak menggunakan fingerprint, sehingga wartawan pun bebas keluar masuk fraksi tersebut.

Pada periode 2019-2024, PAN meraih sembilan kursi pada Pilpres 2019, sehingga memiliki fraksi sendiri.

Meski demikian, selain PAN, ada fraksi lain yang juga menggunakan sistem fingerprint di DPRD DKI Jakarta,  di antaranya Fraksi NasDem. (hcn)