Ngaku Punya Bukti, Akun Ini Ancam Penjarakan Jokowi Usai Pilpres 2019

Akun @Silvy_Riau02. (Foto: Twitter)

Jakarta, Dekannews- Sebuah akun media sosial sesumbar akan memenjarakan Presiden RI ke-7 yang juga Capres nomor urut 01 di Pilpres 2019, Joko Widodo alias Jokowi, karena curang saat kontestasi Pilpres 2014.

Akun dengan nama @Silvy_Riau02 ini mengaku punya bukti kuat atas tuduhannya itu yang ia dapat dari Husni Kamil.Malik, ketua KPU Pusat yang meninggal mendadak pada 7 Juli 2016.

Ia mendapatkan bukti itu saat bertemu Husni di Jerman, sebelum Husni meninggal.

Inilah cuitan-cuitan akun @Silvy_Riau02 yang terkait dengan hal itu.

"Sejak beberapa hari saya sampaikan kecurangan jokowi sampai akun saya satunya disuspend. Hari ini terbukti di Selangor. Di dunia nyata saja mereka berani curang, bagaimana di dunia maya? Kecurangan dunia maya dilakukan @ainunnajib lewat kawalpemilu.org," kata @Silvy_Riau02 seperti dikutip dekannews.com, Jumat (12/4/2019).

Ia menyebut, kasus Selangor merupakan bukti bahwa Jokowi sudah layak disebut sebagai Bapak Kecurangan Pemilu, dan ia akan membongkar kecurangan-kecurangan itu agar Jokowi dipenjara seperti Presiden Philipina Gloria Macapagal Arroyo.

"Bukan kali ini saja Jokowi curang Pilpres. 2014 curang sistematis, terstruktur, massive. Media, lembaga survei, web kawalpemilu.org juga di MK adalah bagian konspirasi kemenangan curang Jokowi 2014. Di hard disk alm Husni Kamil Malik terekam semua kecurangan itu," katanya.

Ia melanjutkan:

"Sebelum wafat, almarhum Husni Kamil Malik saat ke Jerman bertemu dengan saya dan beri saya sebuah hard disk. Isinya cukup untuk membawa Jokowi ke penjara sebagai penjahat demokrasi. Selamat datang ke prodeo hotel Pakdhe Jokowi".

"Hard disk itu masih tersimpan rapih dan sudah saya back up sebanyak 1000 server yang tersebar di seantero dunia. Saya nunggu setelah 17 April 2019 akan saya buka sesuai pesab almarhum Husni Kamil Malik. Bersiaplah nyusul Aroyo, Pakdhe Sontoloyo".

"Kasus Selangor buktikan jokowi sudah layak disebut "Bapak Kecurangan Pemilu". Pak @jokowi, anda dinantikan Aroyo di penjara. Bersiaplah pasca 17 April 2019".

@Silvy_Riau memberitahu kalau modus pencurangan Pilpres oleh Jokowi pada 2014 dan 2019 agaknya sama, karena dilakukan tak hanya melalui darat, tapi juga melalui udara alias melalui media sosial yang digunakan untuk melakukan framing. Para pendukung Jokowi yang terlibat di dunia maya di antaranya @ainunnajib sang pengelola kawalpemilu.org, @digembokASLI, @kurawa, @burhanmuhtadi dan @yunartowijaya.

Web kawalpemilu.org bahkan ditengarai Silvy kembali digunakan lagi oleh @ainunnajib untuk mencurangi Pilpres 2019, seperti ketika dia membantu Jokowi mencurangi Pilpres 2014.

"Kecurangan yang paling berbahaya tim jokowi adalah framing kemenangan lewat: 1. Kawalpemilu.org, 2. Lembaga survei pro jokowi, 3. Media pro jokowi, 4. Buzzer jokowi di Sosmed. Framing kemenangan jokowi menuju satu titik tabulasi kawalpemilu.org," katanya.

"Suara Prabowo-Hatta disulap kawalpemilu.org sebanyak 1 juta suara. Putusan KPU pusat saat itu sama dengan hasil tabulasi kawalpemilu.org. waspada web kawalpemilu.org akan operasi curang lagi 2019".

" Catatan curang kawaloemilu.org pilpres 2014, tabulasi scan C1 yang mereka edit berbeda jauh dengan hasil manual KPU Jabar.  Waspada penipu @ainunnajib lewat web abal-abal kawalpemilu.irg".

Khusus soal @ainunnajib dan kawalpemilu.org, Silvy berkicau begini:

"Kepanikan duo cebong @digembokASLI dan @ainunnajib semakin mempertegas bahwa merekalah biang kecurangan jokowi 2014 dan rencana curang 2019. Posting DM akun si @FaldoMaldini adalah bukti mereka pelaku take down akun oposisi selama ini. Capture DM hanya bisa dibuat pemilik akun".

"Kalian berdua @digembokASLI dan @ainunnajib perlu nambah ilmu ke mossad untuk busa ngalahin gue hahaha ...."

"Kasihan @ainunnajib bersusah payah menipu rakyat seakan kawalpemilu.org adalah malaikat penjaga pemilu jujur, setelah gue telanjangin respon rakyat turun tajam, membuat pembayaran tahap 3 senilai 250 M gagal bayar. Erick thohir si penilep duit asian games ngamuk".

"Pembayaran operasi kecurangan kawalpemilu.org pemilu 2019 dibayar erick thohir senilai 10% dari total duit ASIAN Games 2018 yang berhasil dia tilep lewat money loundring di Singapura. 2014 kawalpemilu.org dibayar Sofian wanandi sebesar 500 M".

"Mungkin kalian heran kenapa bayarnya sangat fantastis, semua operasi kecurangan itu dibayar melalui cash via @ainunnajib di Singapura. Alur dana untuk tim kawalpemilu sendiri lembaga berudu khusus untuk quick count masing2 50 M. Sisanya untuk wartawan bidrek".

" @ainunnajib layak diSATE berhasil menipu pemilu 2014 kini pilpres 2019 mau operasi. SATE si @ainunnajib penjahat cebol perusak demokrasi ...!!"

Atas dugaan adanya modus kecurangan yang sama antara Pilpres 2014 dengan yang akan dilakukan di Pilpres 2019, Silvy mengatakan begini;

"Kecurangan hari ini di selangor itu belum seberapa. Erick thohir gelontorkan 7 T khusus untuk bayar petugas menukar surat suara dari TPS saat perjalanan ke PPS dan KPUD Kabupaten/kota. Hitungan berjenjang tanpa mekanisme cross cek di level bawahnya".

"Kecurangan di selangor membuka kedok model kecurangan lapangan jokowi. Nanti akan ditutup dengan kecurangan lembaga quick count dan web abal-abal kawalpemilu.org. Saatnya rakyat habisi para penjahat demokrasi ...!!!"

Terkait masih dipergunakannya kawpemilu.org oleh @ainunnajib, Silvy menyarankan begini:

"DESAK KPU HENTIKAN Upload scan C1 pada file di web kpu.go.id. Kalau KPU ngotot, maka seluruh komisioner KPU saya pastikan ikut bermain CURANG!"

Seperti diketahui, pada Kamis (11/4/2019), publik geger karena ditemukan puluhan ribu kertas suara yang telah dicoblos untuk Paslon 01 dan Caleg Nasdem di Selangor, Malaysia. Atas temuan ini, Bawaslu telah meminta agar KPU menghentikan proses pemilihan suara di Negeri Jiran itu.

Terkait cuitan Silvy bahwa data kawalpemilu.org memanipulasi data hasil Pilpres 2014 dibenarkan sejumlah warganet.

"Penipu amatir. @Fresssha: hasil pleno KPU Jabar PH 14.167.381 59,79% JJ 9.530.315 40,21% KawalPemilu PH 13.797.605 59,75% JJ 9.291.000 40,24%," kata akun @pakcikjoko.

"Beda data KPU Jabar dengan kawalpemilu: Prabowo-Hatta hilang suara 367 ribu, Joko-Kalla lebih suara 237 ribu," kata akun @arahbaru.

Isu bahwa Jokowi curang pada Pilpres 2014 bukanlah isu baru. Dugaan kecurangan itu bahkan sempat dilaporkan pasangan Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi, lengkap dengan bukti-buktinya, termasuk kecurangan pada sistem Noken di Papua, namun MK menolak gugatan itu. (man)