Netizen: Twitter Suspend Ratusan Akun Pendukung Habib Rizieq!

Ilustrasi. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Netizen di barisan oposisi geger karena hari ini, Selasa (1/12/2020), Twitter men-suspend ratusan akun pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS), terutama yang menggunakan foto profil imam besar FPI itu untuk foto akunnya. 

Hal ini terbongkar dari cuitan aktivis buruh Iyut VB melalui akun Twitter-nya, @kafiradikalis. 

"..  Gw gak ngetwit aneh-aneh, tapi berkurang followers 300an... Ternyata banyak akun oposisi disuspend serentak... Beuh... Pake keyword HRS nih yang disuspendnya?" kata dia. 

"Following gw juga berkurang 200an... Beneran yang ditarget akun-akun oposisi ini," katanya lagi. 

"...  Busyet... Bejibun akun yang disuspend hari ini, kebanyakan pake foto profil Habib Rizieq Shihab... WoW... Gak mungkin kebetulan nih.. Karena di FB+IG udah lebih dulu kek gitu," sambung Iyut. 

"Gw 200an," sahut politikus Partai Demokrat yang juga seorang novelis, Zara Zettira ZR melalui @zarazettirazr. 

"Polowerkuh habis 300an juga. Akhir tahun sedang ada diskon gede-gedean.. Mungkin si burung biru sedang berbaik hati," @hutomo18 menimpali. 

"Sama.. Ane juga 300an hilang... Tapi gak apa-apa dah... Yang penting buka ane yang unfol," kata @BangAtim1.

Suspend massal ini membuat seorang netizen memberi peringatan kepada oposisi agar untuk sementara tidak dulu menyerang pemerintah dengan galak. 

"Kawan-kawan twip, sementara kurangi dulu ngegas ke rezim, sedang ada pembersihan akun oposisi. Terutama akun yang bersimpati terhadap Habib Rizieq Shihab. Semoga Allah segera mengakhiri kezaliman Rezim Ruwaibidhah @jokowi ini. Dan semoga Allah melaknatnya beserta dengan pendukungnya," kata pemilik akun @CondetDukedom. 

Seperti diketahui, pemerintah melalui kepolisian sedang membidik HRS dengan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, menyusul kerumunan yang ditimbulkan penikahan anak bungsu HRS dan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020.

Polisi telah meningkatkan kasus kerumunan itu dari penyelidikan ke penyidikan, dan hari ini sejatinya HRS diperiksa Polda Metro Jaya, namun imam besar FPI itu tidak datang karena menurut Ichwan Tuankotta, salah satu pengacara HRS, HRS masih kelelahan. 

Tindakan polisi mempidanakan kerumunan di Petamburan itu masih menuai polemik, karena di sisi lain polisi tidak mempersoalkan kerumunan yang terjadi di tempat lain, termasuk di Tangerang, Banten, Minggu (29/11/2020), saat haul Abdul Qadir Jaelani. 

Para pendukung HRS menilai tindakan polisi itu tidak adil dan diskriminatif, dan simpati mereka terhadap HRS dicurahkan melalui akun media sosial mereka, termasuk di Twitter. (rhm)