Netizen Pertanyakan Validitas Tudingan Pemerintah kalau Habib Rizieq Dukung ISIS

Foto: Dekan

Jakarta, Dekannews- Tudingan pemerintah bahwa  Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) dipertanyakan validitasnya. 

Pasalnya, meski tudingan itu dibuktikan pemerintah dengan menayangkan video yang berisi pernyataan HRS tentang hal tersebut, namun kemudian, pada 31 Desember 2020, beredar video tentang HRS yang memberikan pernyataan sebaliknya. 

Yang paling menggelitik, video yang ditayangkan Mahfud  katanya diunggah ke YouTube pada 20 Februari 2017, sementara video yang beredar di media sosial pada 31 Desember 2020 dibuat pada 2014.

Video tentang HRS yang menyatakan mendukung ISIS, ditayangkan Menkopolhukam Mahfud MD saat konferensi pers tentang pelarangan FPI berkegiatan pada 30 Desember 2020. Pernyataan HRS dalam video itu pula yang menurut Mahfud menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk menghentikan kegiatan FPI, karena pemerintah ingin menjaga eksistensi ideologi dan konsensus dasar bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, keutuhan NKRI, dan Bhinekka Tunggal Ika.

Berikut pernyataan HRS dalam video yang ditayangkan Mahfud, yang disampaikan dalam bentuk orasi dalam sebuah kegiatan yang dilakukan FPI. 

"Apa yang baik dari ISIS kita akui baik. Cita-cita mulianya menegakkan syariat Islam, hal yang baik. Cita mulianya untuk menegakkan Khilafah Islamiyah hal yang baik. Cita-cita mulianya untuk melawan kezaliman Amerika Serikat dan sekutunya, cita-cita yang baik.  Saya tanya, hal-hal yang baik dukung tidak? Dukung tidak? Takbir!.... Jangan mau kita diadu domba dengan ISIS. Sekarang ini banyak pihak-pihak menginginkan supaya kita bermusuhan dengan ISIS, betul? Supaya kita menggebuki ISIS, betul? Itu tidak akan dilakukan oleh FPI, saudara! Kalau pemerintah zalim, tentara jahat, polisi jahat, main tangkep main tembak, rakyat hartanya dijarah, tanahnya dirampas, syariah Islam disingkirkan saudara, saya mau nanya, kira-kira besok perlu ada ISIS tidak? Perlu ada ISIS tidak?"

Dalam video yang diedarkan netizen di media sosial, HRS mengatakan begini:

"Sikap FPI tentang ISIS, karena ada landasan ideologi yang berbeda, sangat mendasar sekali, yang kami nilai tidak sesuai dengan aturan syariat Islam. Jadi, KAMI DARI FPI MENOLAK ISIS. Banyak hal yang kita tolak, Saudara. Satu, karena saat ini ISIS sedang berperang dengan sesama saudara Muslim sendiri. Dua, karena ISIS ini kadang-kadang .. (tidak terlalu jelas)  terhadap ulama yang tidak sependapat dengan mereka. Tiga, ISIS juga over dosis karena saat ini makam-makam para Nabi, para wali, mereka ratakan dengan tanah alasannya memerangi kemisyrikan. Tingkah ISIS yang seperti ini KITA TOLAK, tidak sesuai dengan akidah ahlussunah waljamaah... "

Beredarnya video "bantahan" untuk Mahfud ini membuat netizen mempertanyakan validitas video yang ditayangkan Mahfud, dan juga alasan penghentian kegiatan FPI. 

"Lah, katanya pro ISIS, wiih prop Mpud euuy... Bikin fitnah... Wah gimana nih pertanggung jawaban nya di akhirat nanti prop?" tanya @oykzch seperti dikutip Jumat (1/1/2021). 

"Nahloh... Berarti kemaren FITNAH dong," sahut @abidasri89.

"Oh..  aslinya ni toh... Berarti yang ono ngibul l, ato edit video," kata @UrangSu05603053.

Seperti diketahui, pada 30 Desember 2020 Mahfud MD mengumumkan melalui jumpa pers bahwa mulai hari itu FPI dilarang melalukan kegiatan apapun karena FPI tidak punya legal standing, sehingga secara de jure FPI telah bubar. 

Pengumuman yang disampaikan Mahfud tersebut tertuang dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) enam pejabat setingkat menteri, termasuk dirinya, karena menilai selama ini meski secara de jure sudah bubar, FPI tetap melakukan kegiatan yang mengganggu ketentraman, ketertiban umum dan bertentangan dengan hukum. 

FPI dianggap tidak memiliki legal standing, karena sejak Juni 2019 Surat Keterangan Terdaftar (SKT)-nya telah habis dan tidak diperpanjang oleh Kemenkumham. (rhm)