Mulai Senin Anies Tiadakan Sistem Ganjil Genap

Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai Senin (14/9/2020) meniadakan sistem ganjil genap dan mengurangi sarana transportasi seiring dengan dicabutnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, dan diberlakukannya kembali PSBB seperti pada awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia di awal Maret 2020.

"Ganjil genap ditiadakan, namun bukan berarti warga bebas berpergian, karena mulai Senin 14 September operasional sarana transportasi publik dibatasi, baik jumlah maupun jam operasionalnya," kata Anies di acara Mata Najwa, Rabu (9/9/2020) malam.

Anies juga mengatakan, dengan diberlakukannya kembali PSBB seperti di awal pandemi, maka hanya 11 sektor yang masih diizinkan beroperasi, antara lain industri layanan dasar, pangan, kesehatan, dan konstruksi, sementara yang lain harus tutup. Termasuk tempat wisata, dan lain-lain. Karyawan dan pegawainya harus bekerja dari rumah.

Selain itu, tempat ibadah yang diizinkan tetap beroperasi adalah tempat ibadah yang digunakan oleh penduduk lokal, sementara tempat ibadah yang didatangi masyarakat dari luar wilayah, harus tutup.

Rumah makan hanya diizinkan melayani pembeli untuk dibawa pulang, tak boleh makan ditempat.

Seperti diketahui, Anies memberlakukan PSBB masa transisi pada 5 Juni 2020 karena kasus penularan Covid-19 telah mengalami penurunan, namun setelah PSBB transisi itu diberlakukan, kasus penularan Covid-19 kembali meningkat, sehingga Anies mengatakan, bahwa dengan mengacu pada data kematian, keterpakaian tempat tidur ruang isolasi dan keterpakaian ICU khusus Covid-19, menunjukkan bahwa kondisi wabah Covid-19 di Jakarta ada dalam kondisi darurat. 

Data per hari ini, Rabu (9/9/2020), menyebutkan, jumlah pasien positif Covid-19 di DKI bertambah 1.026 orang menjadi 49.837 orang, dimana yang sembuh 37.245 orang dan yang meninggal 1.347 orang. 

Tambahan 1.026 kasua baru itu didapat dari tes PCR terhadap 7.923 orang, dimana 6.897 orang dinyatakan negatif Covid-19. (rhm)