Mulai Kamis, Selama Seminggu Buruh Akan "Kepung" Istana, Tuntut Batalkan Omnibus Law

Demo buruh tolak Omnibus Law. (Foto: Katadata)

Jakarta, Dekannews- Ribuan buruh akan kembali turun ke jalan. Kali ini tak hanya mengusung agenda menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker), tapi mengusung tuntutan agar Omnibus Law untuk semua klaster dibatalkan. 

Berdasarkan Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikirimkan Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) kepada Polda Metro Jaya, Selasa (13/10/2020), dan diposting pemilik akun Twitter @kafiradikalis, diketahui kalau aksi akan dilakukan selama seminggu, mulai dari Kamis (15/10/2020) hingga Kamis pekan selanjutnya atau hingga 22 Oktober 2020.

Aksi ini akan dilakukan di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, mulai pukul 08:00 WIB hingga selesai. 

"Titik kumpul/Keberangkatan: 1. Kawasan Industri Pulogadung; 2. Kawasan Industri KBN Cakung; 3. Kawasan Industri KBN Marunda; 4. Fly over Pasar Rebo; 5. Waduk Pluit," tertera dalam surat pemberitahuan tersebut. 

"... Sampai tanggal 22 Oktober gerakan buruh akan gelar demonstrasi besar-besaran menolak Omnibus Law setiap harinya di berbagai daerah. Yang minggu ini pun kawan-kawan KSBI belum rampung, tapi sudah ditambah lagi kekuatan GEBRAK Jakarta. Ayo kawan-kawan kita kepung Istana," kata @kafiradikalis dalam cuitannya. 

Dari cuitan pemilik akun yang diketahui sebagai salah satu aktivis buruh ini diketahui kalau mulai Kamis (15/10/2020), aksi buruh menolak Omnibus Law untuk semua klaster tak hanya dilakukan di Jakarta, tapi juga di berbagai daerah di Indonesia.(rhm)