MUI Sumbar Haramkan Penggunaan Kata Setan, Iblis dan Neraka untuk Produk Kuliner

Kedai Rawon Setan di Malang. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menfatwakan haram penggunaan kata-kata neraka, setan, iblis, untuk sebagai nama produk kuliner seperti makanan dan minuman, maupun lainnya, karena dilarang dalam Islam, yaitu Manhiy 'anhu.

"Kalau menyangkut hal-hal yang prinsip di dalam Islam terkait soal akidah seperti kata neraka, setan, iblis maka hukumnya haram," kata Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, dikutip dari Antara, Senin (30/9/2019). 

Fatwa itu diputuskan Bidang Fatwa MUI Sumbar berdasarkan rapat koordinasi daerah MUI Sumbar dengan MUI kabupaten/kota pada 20 Juli 2019.

Selain memgharamkan produk yang menggunakan kata  neraka, setan, dan lainnya, MUI yang cenderung berbau seksi sebagai namanya, seperti 'Ayam Dada Montok', 'Mie Caruik', hukumnya makruh karena bersinggungan dengan masalah akhlak dan etika. 

MUI merekomendaskan kepada pemerintah agar menerbitkan regulasi untuk mengplementasikan fatwa ini, dan mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang telah ditetapkan haram dan makruh oleh pihaknya. 

MUI Sumbar juga meminta kepada LPPOM MUI untuk tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang menggunakan nama-nama yang tidak sesuai dengan syariat.

Dikeluarkannya fatwa haram penggunaan kata setan, iblis, dan neraka ini karena dewasa ini banyak pengusaha yang menggunakan kata-kata itu untuk menamai produk kulinernya, untuk melariskan dagangannya. Penggunaan kata-kata atau nama-nama yang terkesan nyeleneh itu bahkan telah menjadi tren tersendiri di Sumbar maupun kota-kota lain di Tanah Air seperti Jakarta, Yogjakarta, Surabaya, Malang dan Bandung. 

Produk yang menggunakan kata "neraka", "setan", dan iblis biasanya untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrem pada olahan menu yang ditawarkan, seperti menu Rawon Setan, Sambal Iblis dan lain-lain. (rhm)