Menhub Ingin Tanjung Priok Beroperasi Nonstop Dalam Sepekan

Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ingin memaksimalkan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,  menjadi 24 jam per hari dalam sepekan nonstop. 

Hal ini ia sampaikan usai rapat di Kantor Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Minggu (7/7/2019). 

Rencana ini sebenarnya pernah dicanangkan pada 2009 dan 2015, namun belum terealisasi. 

Dengan digulirkannya kembali wacana ini,  maka otoritas lintas lembaga/kementerian yang beroperasi di pelabuhan, seperti Syahbandar (Kemehub), Bea Cukai (Kemenkeu), Imigrasi (Kemenlu), Operator Pelabuhan (Pelindo II), bank dan stakeholder terkait lainnya akan memberikan pelayanan secara terus-menerus dari Senin hingga Minggu selama 24 jam penuh per hari.  

"Berkaitan dengan jumlah hari produktif pelayanan, sebelum ini 3 hari, sekarang sudah 4-5 hari, kita ingin 7 hari," kata Budi Karya melalui keterangan resmi, Senin (8/7/2019). 

Optimalisasi layanan ini untuk mendistribusikan proses ekspor-impor agar tidak tersendat di waktu-waktu tertentu. Dengan demikian, dia ingin produktivitas ekspor menjadi lebih baik. 

Dia memberikan contoh, misalnya ada eksportir yang ingin mengirim 14 kontainer barang. Jika waktu pelayanan hanya 3 hari, maka dalam satu hari harus ada 5 truk kontainer yang berjalan. 

Sebaliknya, jika waktu pelayanan menjadi 7 hari, maka dalam satu hari hanya dibutuhkan 2 truk kontainer saja. Hal ini berdampak pula pada kondisi kemacetan di jalan-jalan di sekitar pelabuhan yang juga bisa diurai. 

"Jadi, jalannya lengang, truknya produktif yang di pelabuhan juga enak mengaturnya. Dengan lengang itu maka kecenderungan untuk melakukan kegiatan ekspor khususnya itu bertambah," tandasnya. 

Di sisi lain, Budi Karya juga menyoroti banyaknya kontainer kosong usai mengirimkan barang impor. Dia ingin ke depan tak ada lagi truk kontainer tanpa muatan. 

"Truk banyak yang berjalan kosong. Setelah impor, dia kosong, dia dibawa ke Cikarang ke sini (Tanjung Priok) kosong. Kita akan minta kepada cargo owner, atau shipping line untuk menyiapkan supaya jangan ada truk yang kosong. Jadi kita upayakan itu dalam keadaan terisi," serunya. 

Sejalan dengan itu, dia mengaku masih perlu menyinergikan sistem operasi di pelabuhan. Peningkatan koordinasi diperlukan yang melibatkan Indonesia National Single Windows (INSW), Inaportnet, Bea Cukai, Pelindo II, Syahbandar, dan Otoritas Pelabuhan. 

"Akan kita rapatkan minggu depan agar sistemnya itu menjadi satu. Di sini juga saya sengaja mengundang para banker BNI, BRI dan Mandiri untuk Sabtu-Minggu juga masuk. Sekarang Sabtu-Minggu masih sepi, jadi nanti akan ramai. Agar mereka juga beroperasi," katanya. (sumber: CNBC Indonesia)