Menhan Setuju Pembentukan TPF Kerusuhan 21-22 Mei

Menhan Ryamizard Ryacudu. (Foto: Kiblat)

Jakarta, Dekannews-  Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyambut baik wacana pembentukan tim independen untuk menyelidiki kerusuhan 21-22 Mei. 

"Ya, memang harus diusut dong. Sembilan itukan nyawa orang, harus diusumasing-masing pihak terkait, seperti Komnas HAM dan kepolisian, maupun saling bekerja sama. 

"Tapi gabungan supaya lebih bagus lagi, bagi saya tidak masalah. Masalah ini orang ya mati, masak didiemin aja," imbuhnya.

Berbeda dengan Menhan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyatakan tidak perlu membentuk tim investigasi independen untuk mengungkap kasus kericuhan 21-22 Mei 2019 yang mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. 

Said Aqil yakin kepolisian bisa menuntaskan kasus tersebut.

"Pembentukan tim independen itu kalau masalahnya masih sangat samar, seperti Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) waktu kerusuhan Mei 1998," kata Said Aqil. 

Seperti diketahui, kerusuhan pecah saat massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) akan meninggalkan depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 21-22 Mei.

Massa yang entah darimana, datang dan memprovokasi aparat, sehingga terjadi bentrok yang meluas ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan membuat markas FPI di Jalan Petamburan III, diserang aparat karena perusuh lari ke sana.

Sembilan orang tewas dimana tiga orang di antaranya anak-anak yang tewas akibat luka tembak, dan tiga orang juga diketahui tewas di markas FPI.

Wacana pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) hingga kini hanya tinggal wacana karena selain ditolak pemerintah juga ditolak Fraksi Golkar dan Fraksi PDIP saat dibawa Fraksi PKS dan Gerindra dalam sidang paripurna DPR. (man)