Massa Aksi Tolak RUI HIP di DPR Bertekad Lawan Komunis

Massa aksi Tolak RUU HiP di DPR. (Foto; Dekan)

Jakarta, Dekannews- Ratusan massa peserta Aksi Tolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020), menyatakan tekad untuk melawan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) maupun komunis gaya baru. 

"Lawan, lawan, lawan komunis....!!!  Lawan komunis sekarang juga!!!" kata mereka. 

Orator dari atas mobil komando mempertanyakan kemana orang-orang yang selama ini mengklaim "Saya Pancasila", karena saat DPR berinisiatif menerbitkan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, bahkan memberi peluang bangkitnya PKI, mereka mendadak hilang. 

Menurut sang orator, orang-orang yang mengklaim "Saya Pancasila" seharusnya bereaksi lebih keras terhadap RUU HIP dibanding umat Islam yang saat ini melakukan aksi di DPR. 

Maka, kata dia, jangan salahkan jika umat Islam menduga kalau mereka yang mengklaim "Saya Pancasila" sesungguhnya antek PKI dan komunis gaya baru yang sengaja mengklaim seperti itu untuk mendiskreditkan umat Islam yang mereka tuding sebagai kaum radikal dan intoleran, bahkan HTI dibubarkan dengan tuduhan ingin mengganti Pancasila, padahal sesungguhnya mereka yang ingin mengganti Pancasila. 

Orator itu tegas mengatakan kalau orang-orang yang mengklaim "Saya Pancasila", juga para inisiator dan konseptor RUU HIP adalah para pengkhianat bangsa, pengkhianat Pancasila dan Pengkhianat NKRI, karena ingin mengganti Pancasila aebagai ideologi bangsa, dengan ideologi komunis yang anti Tuhan. 

Dengan mengganti Pancasila, kata dia, orang-orang itu juga sedang berbuat makar terhadap Pancasila. 

"Aparat harus menangkap mereka," katanya. 

Di bawah terik sinar matahari, massa yang datang diperkirakan mencapai ribuan orang, sehingga Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR macet, dan hanya jalur busway yang tetap dapat beroperasi. (rhm)