Markas FPI Dikabarkan Kembali Diserang, Habib Farhan Alatas Tewas

Suasana mencekam saat kerusuhan pecah di Petamburan, Jakarta Pusat. (Foto: RRI)

Jakarta, Dekannews- Korban kembali berjatuhan dalam kerusuhan yang kembali terjadi di kawasan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat,  Rabu (22/5/2019) malam.

Salah satu korban tewas adalah Habib Farhan Alatas, penjaga rumah Habib Rizieq Shihab.

"Innalilahi wainailaihi rojiun telah meninggal dunia Habib Farhan Alatas, penjaga rumah Habib Rizieq ditembaki polisi," kicau politisi Partai Berkarya, Joko Edy Abdurrahman, seperti dikutip dari akun Twitter-nya, @joked2019, Kamis (23/5/2019).

Informasi yang diperoleh dari grup WhatsApp diketahui, Habib tewas saat markas FPI di Jalan Petamburan III, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali diserang pada Rabu (22/5/2019) pukul 21:00 WIB.

"Bismillah, kejadian di Petamburan Markas Besar FPI pukul 21:00 kami kembali di serang secara membabi buta. Bukan hanya itu, mereka mematikan lampu sehingga gelap di petamburan dan mereka bisa menembak menggunakan Infra Red hingga saat kini kami di serang menggunakan Gas Air mata, Peluru Hampa dan Peluru Tajam belum ketahuan berapa korban yang tertimpa tapi banyak peserta yang mual mual hampir 80% jadi untuk kalian yang berjuang di rumah maka do'akan kami," pemilik nomor ponsel  +62 811-158-*** melaporkan.

"Markaz FPI DI BOMBARDIR, BANYAK KORBAN LASKAR DI SANA," pemilik nomor ponsel +62 811-158-*** melaporkan pada pukul 22:40 WIB.

"SKRG MASIH TEMBAK2AN!!  TNI BARU BISA MASUK GANG PAKSI UTK KASIH PERTOLONGAN MEDIS! TLG KSH TAU LASKAR ATAU UMAT BIAR BS GERAK KEMARI KRN POLISI SDH MEMBABI BUTA!!!" pemilik nomor ponsel +62 811-158-*** kembali melaporkan pada Kamis (23/5/2019) pukul 00:30 WIB.

"Habib Muchsin FPI pegang komando malam ini," kata  pemilik ponsel +62 811-158-*** lagi.

Ini merupakan serangan kedua terhadap markas FPI setelah serangan pada Rabu (22/5/2019) dini hari kemarin yang menewaskan dua orang.

Belum jelas, jika benar polisi yang menyerang markas FPI, apa alasannya, dan mengapa pula dilakukan pada saat yang bersamaan dimana rakyat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), mendemo Bawaslu untuk menolak kecurangan dalam Pemilu 2019, khususnya untuk gelaran Pilpres.

Belum ada tanggapan dari polisi terkait serangan ini. (rhm)