Mantan Gangster Kanada Hadiri Reuni Mujahid 212

Ishaq Mustaqim. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Prediksi Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif bahwa Reuni Mujahid 212, Senin (2/12/2019), akan dihadiri sedikitnya satu juta orang agaknya tidak berlebihan.

Pasalnya, umat Islam yang akan menghadiri reuni kedua setelah reuni pada 2 Desember 2017 tersebut tak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, tapi juga dari berbagai negara, seperti Australia dan Kanada.

Hal ini diketahui berdasarkan cuitan sejumlah akun Twitter sepanjang hari ini.

 

Yang menarik, di antara Mujahid yang datang dari Kanada terdapat satu sosok istimewa, yakni Ishaq Mustaqim, seorang milioner muda kelahiran Montreal, Kanada,  yang juga mantan gangster di negara itu. Ishaq menjadi mualaf sejak 2017 silam.

Soal kehadirannya di Reuni Mujahid 212, Ishaq mengonfirmasinya sendiri melalui akun Twitter-nya.

 

Kehadiran Ishaq itu mendapat apresiasi warganet.

 

Seperti diketahui, PA 212 bersama FPI, GNPF Ulama dan beberapa kelompok Islam akan menggelar Reuni Mujahid 212 di Monas, Senin (2/12/2019). Ini reuni yang kedua kalinya sejak PA 212 berdiri pasca Aki Bela Islam pada 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan istilah Aksi 212. Aksi ini digelar untuk menekan aparat penegak hukum yang dinilai lamban dalam memproses kasus penistaan agama yang dilakukan gubernur DKI Jakarta kala itu; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Hasilnya, aksi yang diikuti 7,5 juta umat Islam itu membuat Ahok dipenjara selama dua tahun. 

Pada 2 Desember 2017, PA dan GNPF-Ulama menggelar reuni yang pertama.  Reuni kedua yang akan digelar Senin lusa merupakan reuni yang dipicu oleh kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno. 

Ini dugaan kasus penistaan agama yang kedua yang dilakukan  adik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu setelah sebelumnya Sukma dilaporkan karena membandingkan adzan dengan kidung dan cadar dengan tusuk konde. 

Pada kasus yang pertama, Sukma tidak diproses secara hukum hanya karena meminta maaf. 

Sebelumnya,  Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, jumlah massa yang akan hadir pada acara Reuni Mujahid 212 diperkirakan hanya sebanyak 10 ribu orang.

"Ya lebih kurang kalau kita informasikan sepuluh ribu orang (massa aksi reuni 212), pengamanan tidak ada yang spesial," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (30/11/2019). (rhm)