Manggarai Diusulkan Jadi Kawasan Transportasi Darat dan Sungai, Ini Respon DPRD

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas (berbatik putih). (Foto: Merah Putih)

Jakarta, Dekannews- Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas menyambut positif usulan pengamat transportasi agar kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dijadikan kawasan yang mengintegrasikan sarana transportasi darat dan sungai.

Meski demikian ia mengatakan, apakah ide ini visible ataukah tidak, harus dipertimbangkan.

"Idenya baik untuk penataan kawasan yang lebih baik, namun apakah ini visible atau tidak, harus betul-betul dipertimbangkan," kata Habib melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/10/2020).

Anggota Fraksi PAN ini menambahkan, untuk mewujudkan ide itu perlu perencanaan yang matang, melibatkan banyak pihak terkait, dan analisi masalah dampak lingkungan (Amdal) pun harus diperhatikan betul.

Meski demikian Habib mengingatkan bahwa Gubernur Sutiyoso dan Presiden Jokowi saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta (2012-2014) telah pernah menggagas sarana transportasi air waterway, namun gagal.

"Jadi, ide ini benar-benar harus dikaji lebih dahulu dan direncanakan dengan matang jika ingin diwujudkan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamat transportasi Jim Lomen Sihombing menyatankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar membenahi kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dengan mengubahnya menjadi kawasan transportasi terpadu yang tak hanya menyediakan angkutan darat, tapi juga angkutan sungai. 

"Kalau kawasan Manggarai diubah total menjadi kawasan yang mengintegrasikan transportasi darat dan sungai, dan ditata sedemikian rupa, kita melihatnya juga akan sangat indah. Terutama ketika dilihat dari atas," kata dia  di Jakarta, Kamis (22/10/2020). 

Menurut Jim, Stasiun Manggarai dapat dianggap sebagai jantung masuknya masyarakat dari kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetebek), dengan menggunakan kereta api. 

Sayangnya, kawasan itu hingga kini belum tertata dengan baik, sehingga meski Stasiun Manggarai dengan Terminal Manggarai berada pada posisi bersebelahan, namun tak ada akses langsung yang menghubungkan keduanya, sehingga penumpang kereta yang akan ke terminal, harus keluar dulu dari stasiun dan kemudian berjalan memutari stasiun dengan jarak yang lumayan jauh. 

Seharusnya, kata Jim, kawasan itu ditata, karena di kawasan itu juga terdapat Pintu Air Manggarai yang menjadi titik pertemuan antara Sungai Ciliwung yang bermuara di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, dan Banjir Kanal Barat (BKB) yang berhulu di Muara Angke, yang dapat dimanfaatkan untuk moda transportasi sungai berupa waterway seperti yang pernah digagas Gubernur Sutiyoso 13 tahun lalu atau pada 2007.

"Kalau kawasan Manggarai dibenahi dengan mengintegrasikan stasiun dengan terminal dan halte busway, juga dengan moda transportasi sungai, kawasan itu pasti akan sangat luar biasa, karena selain akan menjadi kawasan modern dengan fasilitas transportasi darat dan sungai, juga bisa menjadi kawasan wisata seperti di Venesia, Italia," imbuh Jim. 

Diakui, pembenahan ini akan berdampak pada penggusuran pemukiman warga, namun Jim yakin warga tak berkeberatan pindah asalkan diberi ganti untung, bukan ganti rugi, sehingga dengan uang ganti untung itu warga dapat mencari hunian baru yang jauh lebih layak. 

Ketika diingatkan bahwa waterway yang digagas Sutiyoso gagal, Jim menjawab bahwa kegagalan itu diakibatkan oleh perencanaan yang tanggung. 

"Untuk memastikan waterway berjalan lancar dan baik, diperlukan perencanaan yang matang dan baik, terutama dalam mengatur debit air di BKB dan membersihkan sampahnya. Karena itu untuk mengoperasikan waterway, semua stakeholer terkait harus dilibatkan, dan aliran Sungai Ciliwung juga dimaintenance dengan baik, karena di Ciliwung waterway juga dapat dioperasikan," katanya. 

Jim menilai, jika Pemprov DKI membenahi kawasan Manggarai, ia yakin banyak investor yang tertarik karena selain dapat menjadi kawasan dengan moda transportasi darat dan sungai yang terintegrasi, juga dapat menjadi kawasan Venesia-nya Indonesia. (rhm)