Mahasiswa Kembali Bergerak, #SaatnyaPeoplePower Puncaki Trending Topics Twitter

Trending topics Twitter. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Hari ini, Senin (23/9/2019), dan Selasa (24/9/2019), mahasiswa di berbagai penjuru Tanah Air bergerak untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap pemerintah, bahkan akan menyampaikan mosi tak percaya kepada DPR. 

Data yang dihimpun dari media sosial menunjukkan, bergeraknya mahasiswa ini melambungkan tagar #SaatnyaPeoplePower dan #GejayanMemanggil ke puncak dan runner up trending topic Twitter Indonesia, sementara tagar #MahasiswaBergerak mulai meramaikan lini massa Twitter. 

Apa itu #GejayanMemanggil? 

Tagar itu melambung menyusul viralnya sebuah undangan bertajuk #GejayanMemanggil. 

Dalam banner berwarna hitam putih itu, si Pengundang mengundang seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta pada Senin 23 September 2019.

"Mengundang seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat Yogyakarta untuk mengikuti aksi #GejayanMemanggil," demikian tertulis pada banner tersebut. 

Si Pengundang menjelaskan bahwa Gejayan pada tahun 1998 menjadi saksi perlawanan mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta terhadap rezim yang represif. Aksi damai ini digalang karena pemerintah dinilai semakin memojokkan rakyat melalui revisi UU KPK, RUU KHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, kriminalisasi terhadap aktivis di berbagai sektor, dan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan dan RUU PKS yang tak kunjung disahkan. 

Peserta aksi rencananya akan berkumpul di tiga titik, yakni Gerbang Utama Kampus Sanata Dharma, pertigaan UIN Sunan Kalijaga dan bundaran UGM sekitar pukul 11:00 WIB. Setelah itu longmarch ke pusat titik kumpul di Pertigaan Colombo, Gejayan, Yogyakarta pukul 13.00 WIB. 

Selain banner tersebut, di media sosial juga tersebar banner berwarna merah dengan tulisan putih yang agaknya terkait dengan #GejayanMemanggil. 

"23 September 2019, kosongkan kelas-kelas, turun ke jalan, kita ketemu di Gejayan," imbau spanduk itu. 

Mahasiswa di Solo juga diajak bergerak oleh Kamrat (Komite Aksi Mahasiswa untuk Perjuangan Tani). Melalui spanduknya, Ormas ini mengajak mahasiswa turun ke jalan untuk menolak RUU Pertanahan. 

"Laksanakan reformasi agraria sejati," katanya. 

Mahasiswa yang ingin bergabung diminta berkumpul di Stadion Manahan pada Selasa (24/9/2019), dan setelah itu menggelar aksi damai di DPRD Kota Surakarta. 

Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Cirebon, Jawa Barat, tak mau kalah. Mereka mengajak mahasiswa dengan kampus berada di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciyumajakuning) untuk berdemo di DPRD Kota Cirebon. Mereka mengusung isu tolak revisi UU KPK dan revisi KUHP. 

"Titik kumpul Kampus 1 UGJ Senin 23 September 2019 pukul 09:00," kata mahasiswa UGJ dalam spanduk yang disebar di Medsos. 

Sebuah spanduk berwarna hitam dengan gambar gedung DPR RI juga hari ini tersebar di media sosial, untuk mengajak mahasiswa menyampaikan mosi tak percaya kepada DPR pada hari ini dan besok. 

"Mosi tidak percaya, 23-24 September 2019," katanya. 

Seperti diketahui, revisi UU KPK yang dinilai melemahkan KPK memicu gelombang protes dimana-mana. Begitupula dengan revisi KUHP. 

Masalah ini berkorelasi dengan masalah lain, termasuk masalah kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, serta RUU Ketenagakerjaan yang akan menghapus pesangon, menghapus tenaga magang, namun memperpanjang masa kontrak tenaga outsourcing yang semula hanya tiga tahun. (rhm)