Listrik di Jabodetabek Dipadamkan, Said Didu: Semoga Bukan Karena PLN Kesulitan Uang

Said Didu. (Foto: Katakita)

Jakarta, Dekannews- Mantan sekretaris Kementerian BUMN,  Muhammad Said Didu,  menilai, padaman listrik di Jabodetabek akibat gangguan di sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV.merupakan hal yang serius. 

"Sesuai laporan PLN bahwa matinya lampu di DKI dan sekitarnya akibat "rusaknya" beberapa pembangkit menunjukkan bahwa; 1). Cadangan siaga tidak cukup; 2). Jadwal pemeliharaan tidak present; 3). Sistem interkoneksi Jawa-Bali ada masalah. Ini masalah serius. Semoga bukan karena PLN kesulitan uang," katanya melalui akun @msaid_didu. 

Seperti diketahui,  sejak sekitar pukul 11:50 WIB, aliran listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok,  Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan sebagian Jawa Barat diputus PLN karena adanya gangguan di sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka, mengakui,  gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV itu mengakibatkan padamnya listrik di sejumlah area, yakni, Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

"PLN harus melakukan pemadaman akibat Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati . Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip," katanya.

PLN meminta maaf dan mengaku tengah melakukan upaya penormalan.

"Beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," katanya.

Akibat pemadaman listrik ini, layanan kereta commuter line Jabodetabek, l sejak sekitar pukul 12:00 WIB lumpuh, sehingga kereta yang sedang melaju berhenti di perjalanan, dan yang masih di stasiun tak dapat diberangkatkan.

Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di stasiun-stasiun, dan tak sedikit yang akhirnya beralih menggunakan moda transportasi lain seperti bus, untuk mencapai tujuan.

Calon penumpang di Stasiun Bogor misalnya, karena tak mendapat kepastian kapan kereta dapat beroperasi kembali, mereka yang bermaksud menuju Jakarta dan Depok, bergegas ke Terminal Baranangsiang, dan naik bus jurusan Depok atau Kampung Rambutan, sehingga bus yang biasanya sepi penumpang, mendadak menjadi padat.

"Oh, jadi kereta nggak jalan? Pantas biasanya penumpang cuma satu dua orang, sekarang penuh," kata seorang sopir.

Terkait hal ini,  PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah meminta maaf.

"Pasokan listrik dari PLN off semua di Jakarta," kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne , saat dihubungi wartawan.

Atas kejadian tersebut, Anne menyatakan PT KCI memohon maaf kepada para pengguna jasanya karena perjalanan KRL yang terjadi di seluruh lintas terganggu. 

"PT Kereta Commuter Indonesia menghimbau para pengguna di dalam kereta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas terutama yang berada di dalam kereta," ujarnya.

Sedangkan untuk para pengguna yang masih berada di stasiu, lanjut Anne, dapat membatalkan tiket perjalanannya ke loket stasiun.

Dari pantauan Dekannews di Kota Bogor, Jawa Barat, padamnya aliran listrik membuat semua traffic light juga padam, tidak berfungsi. (rhm)