Lima Bulan Jadi Mualaf, Youtuber Asal Korea Ini Merasakan Hidupnya Lebih Tenang

Ujung Oppa. (Foto: Solopos)

Jakarta, Dekannews- Lima bulan lalu Youtuber asal Korea ini, Ujung Oppa, membaca syahadat di Mualaf Centre, dan menjadi mualaf.

Ia mengakui, waktu yang ia butuhkan untuk memeluk agama rahmatan lil alamin ini sangat lama, hingga 16 tahun, namun setelah memastikan diri menjadi mualaf, ia mendapatkan ketenangan hidup dan tak pernah lagi dihantui kegalauan dan kegelisahan, khususnya dalam hal rejeki.

"Banyak hal yang mendasari (saya) memeluk Islam, terutama teman-teman muslim saya baik banget. Saya rasa mereka bahagia," katanya seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (11/9/2019).

Menurut selebritis yang diwawancarai di sela-sela acara Korea Travek Fair 2019 di Jakarta belum lama ini tersebut, sejak 16 tahun lalu dia sudah memikirkan untuk memeluk Islam, namun katanya, berpindah agama untuk memeluk agama lain bukanlah perkara gampang. Itu sebabnya ia membutuhkan waktu yang lama untuk mempertimbangkannya.

"Ada beberapa alasan utama mengapa saya pindah ke agama Islam," bebernya.

Ia menyebut, sebelum ke Indonesia, ia sering berkomunikasi dengan musisi Sabyan Gambus.

"Kami sering ketemu, sering kontak. Lebih bisa buka hati walaupun bukan lewat ajaran Islam, tapi lewat lagu shalawatnya," imbuh Oppa.

Selain hal itu, Youtuber ini juga memiliki teman bernama Mohammad Zon yang ikut menginspirasinya, sehingga memeluk Islam.

Zon adalah teman yang lebih dulu menjadi mualaf, dan warga Korea seperti dirinya.

Zon menikah dengan wanita Indonesia dan tinggal di Korea.

"Saya lihat perubahan dia (setelah memeluk Islam).  Menurut saya worth it. Mungkin saya bisa bahagia seperti mereka. Seperti Mohammad Zon, seperti teman-teman Muslim lainnya," kata Oppa.

Setelah memeluk Islam, Oppa mengaku banyak perubahan yang terjadi di dalam hidupnya, terutama karena dari segi mental ia kini jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

"Umur saya tidak muda, 34 tahun, belum menikah belum punya pasangan, apalagi saya hidup bukan di negara saya sendiri. Memutuskan untuk tinggal di negara orang lain tidaklah segampang," katanya.

Ia mengakui, sebelum menjadi mualaf,  hampiri setiap hari setiap detik ia merasa tertekan karena harus selalu berpikir keras tentang bagaimana mencari rezeki dan jodoh, agar dapat bertahan hidup di Indonesia.

"Tapi sekadang tidak terlalu khawatir. Soalnya saya percaya Allah yang mengatur semuanya. Itu perubahan yang dratis buat saya," tegasnya.

Oppa pertama kali belajar sholat dan mengaji dari Teuku Wisnu dan keluarganya. Keluarga Sungkar ini yang mengontaknya untuk belajar bersama setelah Oppa menjadi Muslim.

"Waktu itu saya tidak tahu siapa Teuku Wisnu dan keluarga Sungkar, tapi kok mau belajar bersama saya.   Mereka kosongin semua jadwal, sementara saya cuma hari itu bisanya. Demi saya mereka kosongkan jadwalnya, sangat terharu," katanya.

Saat ini Oppa sudah dapat berwudhu, namu. gerakan sholat belum sempurna. Ia juga tengah belajar membaca Qur'an dan memulainya dengan membaca Iqro.

Selain dari Teuku Wisnu, Oppa juga belajar Islam dari Ketua Mualaf Center dan beberapa teman.

"Secara teratur saya belajar. Saya samperin ke rumahnya. Kadang sebaliknya mereka ke rumah saya," jelasnya.

Kisah Oppa sebagai mualaf asal Korea kini menjadi inspirasi bagi siapa saja. Oppa pun sering diundang menjadi pembicara di sejumlah acara.

"Saya sering diundang sebagai mualaf untuk memberikan pengaruh positif," tambahnya.

Saat ini Oppa masih sibuk di dunia entertain. Bahkan sejak enam tahun lalu ia menjadi orang Korea pertama yang menjadi penyanyi dangdut.

"Saat ini saya juga punya rencana bikin lagu sendiri dan mendapatkan pasangan orang Indonesia," katanya.

Oppa mengakui tak menutup kemungkinan kalau ia akan menetap di Indonesia selamanya. (rhm)