Lebih Dari 160 Juta Warga Amerika Dibawah Ancaman Cuaca Musim Dingin

[ist]

Jakarta, Dekannews - Lebih dari 160 juta warga Amerika berada di bawah ancaman cuaca musim dingin, Seattle mencatat tiap salju yang turun hampir  9 inci, hal ini lebih banyak dari sejarah yang didapat kota itu sejak tahun 1969 silam.

Seperti dilansir nbcnews.com, peringatan cuaca musim dingin pada Minggu ketika badai di kedua pantai meluas ke negara itu, membawa rekor salju dan suhu ke negara-negara bagian yang biasanya tidak terlalu dingin.

Sistem badai di Dataran Selatan bergerak ke arah Timur Laut, membawa salju tebal dan suhu beku.  Texas dan Oklahoma berada dalam keadaan darurat hari Minggu ketika Dallas bersiap menghadapi salju setinggi setengah kaki, sementara beberapa bagian Oklahoma mungkin mencapai setinggi satu kaki.  San Antonio;  Memphis dan Nashville, Tennessee;  dan Little Rock, Arkansas, akan menghadapi salju yang sangat lebat, kata Dinas Cuaca Nasional.

Lebih dari 70.000 orang di Texas tidak mendapatkan listrik pada hari Minggu, menurut situs poweroutage.us.  Di Harris County, Hakim Lina Hidalgo menandatangani deklarasi bencana yang membebaskan sumber daya untuk pejabat manajemen darurat.


"Ini adalah awal dari beberapa hari yang sangat menantang bagi wilayah kami," katanya.

Selain itu, di Alabama, Gubernur Kay Ivey mengumumkan keadaan darurat untuk 28 dari 67 kabupaten di negara bagian itu. Badai musim dingin beberapa hari akan mulai melintas di timur laut Minggu ke lembah Mississippi, Tennessee dan Ohio, membawa salju, hujan es dan hujan yang membekukan, kata layanan cuaca.  Hujan yang membekukan bisa turun sejauh Selatan Louisiana dan ujung paling Selatan Texas. "Setiap bagian Texas akan menghadapi kondisi beku," kata Gubernur Greg Abbott, Minggu (14/2/2021), waktu setempat.

Menurut National Weather Service. Seattle turun salju hampir 9 inci pada hari Sabtu, dan daerah di selatannya lebih dari satu kaki.  Kota yang terkenal dengan hujan itu tidak memiliki banyak salju sejak 1969.
(can/kir).