KSBSI Pastikan Tak Ikut Aksi Tolak UU Ciptaker 20 Oktober

Aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tolak UU Ciptaker di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 7 Oktober 2020. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Mahasiswa berencana akan kembali turun ke jalan menuntut agar pemerintah mencabut Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Selasa (20/10/3020), tepat satu tahun pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. 

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan belum menentukan sikap apakah akan ikut aksi tersebut atau tidak.

"KSPI belum memutuskan untuk aksi tanggal 20 Oktober," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S Cahyono, Minggu (18/10/2020).

Sementara Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban memastikan tidak akan turun ke jalan pada Selasa (20/10/2020), karena KSBSI dan 10 federasi yang beraliansi dengan KSBSI telah lebih dulu menggelar aksi tolak UU Ciptaker pada  12 Oktober 2020 lalu. 

"Kami tidak akan turun aksi tanggal 20 karena fokus untuk JR (judicial review) ke MK (mahkamah konstitusi)," ujar Ell, Ahad (18/10/2020).

Untuk diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan kembali menggelar aksi pada Selasa (20/10/2020). Aksi tersebut digelar bertepatan dengam peringatan satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf. 

"Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia," kata koordinator pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2020).

Remy mengungkapkan, dalam aksi tersebut BEM SI menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain mendesak Presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) demi mencabut UU Ciptaker, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat yang menolakan UU iti, dan mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap peserta aksi. (sumber: Republika)