KPU Banyak Salah Input Data C1, Jokowi Diuntungkan

Data C1 yang salah diinput KPU. (Foto: Twitter)

Jakarta, Dekannews- Para pendukung Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, mengkritisi kinerja KPU dalam melakukan perhitungan manual (real count) hasil Pilpres 2019 yang digelar Rabu (17/4/2019).

Pasalnya, KPU melakukan banyak kesalahan dalam meng-in put data ke website pemilu2019.kpu.go.id dari formulir C1 Plano, dan kesalahan itu merugikan pasangan Prabowo-Sandi, namun menguntungkan Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, sehingga dalam melakukan real count pun KPU dianggap tidak independen.

"Salah in put data kembali dilakukan @KPU_ID. Arah keberpihakan kalian sangat terlihat. Jangan curang dong," kata akun @do_ra_dong seperti dikutip Jumat (19/4/2019).

Dalam postingannya itu, akun itu menyoroti data hasil pemungutan suara di TPS 10 Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai, Provinsi Riau, yang diinput KPU ke pemilu2019.kpu.go.id.

Di situ KPU mencantumkan bahwa dengan DPT 230 dan yang menggunakan hak suara sebanyak 173 orang, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 26 suara, dan Prabowo-Sandi 41 suara.

Sementara data formulir C1 yang juga diunggah pada postingan ini menunjukkan, Prabowo-Sandi memperoleh 141 suara. Dengan kata lain, KPU menghilangkan 100 suara yang diperoleh pasangan 02 itu dari TPS 10 Kelurahan Laksamana.

Akun yang sama juga memprosting kesalahan input data dari TPS 25 Kelurahan Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam situsnya, KPU menulis kalau di TPS ini pasangan 01 memperoleh 170 suara dan 02 mendapat 65 suara.

Padahal formulur C1 Plano menunjukkan, pasangan 01 mendapat 100 suara dan pasangan 02 mendapat 76 suara. Artinya, perolehan suara 01 digelembungkan 70 suara dan suara 02 dihilangkan 11 suara.

Kesalahan input data dari TPS 10 Kelurahan Laksamana juga disoroti akun @EvaLickheart.

"KPU payah, 25T sia-sia. RT @wahyuillahi2411; @NurlelySiregar @KPU_ID Wah ini seriusan parah, fu dalam c1 itu 141 tetapi cuman 41 yang dibikin dan dalam data jumlah suara sah 167 berarti 26+41=67, 100 suara hilang,' katanya.

Banyaknya kesalahan input data ini telah diketahui penasehat ekonomi Prabowo, Kwik Kian Gie, karena dia telah melihat situs KPU itu.

Kwik mengingatkan KPU untuk memperbaikinya, dan juga memgingatkan kalau 02 dan para pendukungnya siap melawan jika KPU curang.

"Dari data yang saya dapatkan melalui kumpulan C1, jelas prabowo menang telak. Dalam data situs KPU sempat saya cek pabowo masih menang walau tipis , banyak data yang didiskon (salah input). Harus dikorksi. @KPU_ID kami siap membantu begitupun siap melawan. Bagaimana?" katanya melalui @KwikKianGie_.

Kwik bahkan menasehati Ketua KPU Arief Budiman dengan kalimat seperti ini:

"Rif, Gue Masih Titipkan Amanat Suara Gue Di Tangan You Orang. Jangan Mau Diajak Curang. Jangan Takut Diintervensi, Rif. Apa Kata Soe Hok Gie Kalau You Orang Engga Bisa Membawa Amanat Rakyat. Gue Masih Percaya Elu @mas_abudiman. Jangan Kecewain Rakyat Ya". (man)