KPK? Meriang Ketika Menyentuh Pagar Kekuasaan

Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Int)

RAKYAT hari ini sudah apatis terhadap penegakan hukum, khususnya korupsi, dimana sama-sama kita ketahui banyak kasus hukum tumpul ke atas tajam ke bawah

Oleh: Edy Sagirsang
Ketua DPW BRN (Badan Relawan Nasional)  DKI Jakarta

Tiga kali mangkir dari panggilan KPK, Menteri Perdagangan Enggartiasto menjadi perseden buruk bagi penegakan hukum diindonesia, khusus nya eksekutif dalam hal ini presiden dan para menteri kabinetnya yang katanya siap menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, namun itu hanya sebuah slogan dan jargon belaka. Karena Jokowi sendiri pun tak memastikan KPK untuk berani segera membongkar dan menangkap Mendag sebagai upaya membongkar korupsi impor di Kementerian Perdagangan.

Seiring waktu, komisioner KPK akan segera berganti.  Tentu ini akan menghambat dan mungkin akan meniadakan kasus-kasus yang sudah di atas meja sebelumnya, karena pergantian petinggi KPK tentu syarat kepentingan.

Hiruk pikuk seleksi bakal calon komisioner KPK yang baru melalui Pansel KPK sudah tentu terindikasi kepentingan tertentu. Apakah mereka akan berani menyelesaikan kasus hukum yang sudah dijalankan sebelumnya, atau take over karena mereka juga bagian dari titipan kepentingan - kepentingan tertentu, yang sudah barang tentu ingin mengamankan kasus korupsinya agar tak tersentuh, bahkan sampai naik ke meja hijau? 

Menurut Ketua Badan Relawan Nusantara DKI Jakarta, Stela Vendredi; "Rakyat hari ini sudah apatis terhadap penegakan hukum, khususnya korupsi, dimana sama-sama kita ketahui banyak kasus hukum tumpul ke atas tajam ke bawah".

Apalagi dengan pemberantasan korupsi di sekitar kekuasaan, rakyat sangat-sangat pesimis, meski tetap perlu diapresiasi dimana beberapa hari kemarin sahabat intim kekuasaan dapat diciduk KPK.

Namun itu tidak bisa menjadi patokan ke kasus lainnya yang mangkrak ketika bersentuhan dengan orang-orang dalam kekuasaan.

Belum lagi Kasus novel Baswedan yang tarik ulur yang disinyalir bersentuhan pula dengan kekuasaan,  menjadi pamungkas dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Rakyat akan menilai bahwa pemerintah khususnya presiden dan jajarannya apakah serius dalam memberantas para perampok rakyat tersebut...

Wait and see