Koalisi Bidakara Pastikan Besok Laporkan KPUD DKI ke DKPP

M Taufik. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Dekannews Delapan partai di DKI Jakarta yang tergabung dalam Koalisi Bidakara, Senin (20/5/2019), dipastikan akan melaporkan KPU DKI Jakarta ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dinilai amburadul.

Kedelapan partai dimaksud di antaranya Gerindra, PKS, Perindo, Hanura, PPP, Golkar dan Berkarya.

"Besok Koalisi Bidakara akan melaporkan KPU DKI ke DKPP," ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik dalam acara buka bersama di kediamannya di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2019).

Ia menilai, Pemilu 2019 merupakan Pemilu yang paling tidak baik dan paling amburadul, karena bukannya hanya diwarnai kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) demi kemenangan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan partai-partai pengusungnya, namun juga ratusan petugas KPPS yang meninggal hingga kini belum diberi perhatian yang layak.

"Kemarin, saat Gerindra memberi santunan sebesar Rp5 juta kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal, mereka mengaku bahwa sampai hari ini belum menerima santunan. Padahal, sebelumnya pemerintah pernah menjanjikan itu," katanya.

Data yang dihimpun menyebutkan, KUPD DKI Jakarta dilaporkan Koalisi Bidakara sedikitnya atas tiga persoalan, yakni terjadinya pergeseran suara dari partai tertentu kepada partai yang lain, terjadinya penggelembungan suara, dan adanya Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang membuat pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi kalah di Jakarta dari pasangan nomor urut 01 dengan suara 3.066.137 kontra 3.279.547 suara.

Pergesern suara terjadi di Dapil 7 dan 8 dimana 3.000-4.000 suara Perindo pindah ke PDIP, Nasdem, PKS dan partai lain. Karena kasus inilah PKS ikut melapor karena tidak suka mendapat limpahan suara hingga 1.000an secara gelap.

Pergeseran suara juga dialami Gerindra, karena 4.000  suaranya di Jakarta Utara, hilang. Entah pindah ke Caleg dari partai mana. 

Tim Hukum Koalisi Bidakara, Yupen Hadi, kepada media mengatakan, hilangnya suara Gerindra kemungkinan juga terjadi di wilayah lain.

"Kalau gak ada kecurangan, Gerindra bisa jadi partai pemenang di Jakarta," kata Taufik.

Data Kementerian Kesehatan per Jumat (17/5/2019) menyebutkan, petugas KPPS yang meninggal sebanyak 527 orang, dimana 18 oranh di antaranya merupakan warga Jakarta, sementara yang sakit 11.239 orang.

Terkait perolehan suara partai di Jakarta, berdasarkan hasil rekapitulasi KPUD DKI Jakarta Jumat (17/5/2019), diketahui kalau dari 10 Dapil di DKI Jakarta, PDIP meraih suara terbanyak di Dapil 1 (Jakarta Pusat); Dapil 2 dan 3 (Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu); Dapil 7 (Jakarta Selatan); serta Dapil 9 dan 10 (Jakarta Barat).

Gerindra menjadi jawara di Dapil 8 Jakarta Selatan, sedang PKS menduduki peringkat pertama di Dapil 4, 5, 6 di Jakarta Timur.

Kemenangan PDIP di enam dapil membuat partai ini meraih 25 kursi di DPRD DKI Jakarta, sementara Gerindra 19 kursi dan PKS 16 kursi. (rhm)