KMND Ajak Masyarakat Hentikan Tekanan Terhadap Presiden Jokowi

Orator KMND berorasi di atas mobil komando. (Foto: chandra/Dekan)

Jakarta, Dekannews- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Nusantara Demokrasi (KMND) melakukan aksi damai dengan tema Selamatkan Konstitusi Dan Hentikan Kekerasan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Aksi ini dilakukan untuk merespon seruan mahasiswa melalui media sosial, yang mengajak untuk turun ke jalan mengawal sidang paripurna terakhir DPR RI periode 2014-2019.

Dengan menggunakan unit mobil komando, empat unit metromini, dan sepeda motor, serta alat peraga berupa bendera merah putih, kain hitam dan poster,  massa KMND bergerak dari Tugu Proklamasi ke Bundaran Hotel Indonesia (HI).  

Koordinator Lapangan KMND Irawan menilai, upaya pembelahan masyarakat terjadi sangat masif, dan ada upaya pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menunggangi gerakan mahasiswa.  

"Sebagai wadah mahasiswa Nusantara, KMND menilai gelombang unjuk rasa di daerah-daerah dan gerakan yang terpusat di Ibukota, hanya menghabiskan energi antar anak bangsa," kata Irawan.

Selama perjalanan menuju Bundaran HI, orator KMND melakukan orasi di atas mobil komando. Ia mengutip pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. 

Atas dasar itu KMND menilai bahwa upaya cita-cita kemerdekaan terwujud dalam sikap dan cara berfikir yang terbuka, kritis atas berbagai situasi di masyarakat l.

"Karena itu kami tegas menuntut agar Pemerintah bersikap tegas untuk mengadili pembakar hutan. Kami menganggap pemerintah tidak bersikap tegas dengan hanya menunda pengesahan sejumlah RUU yang dianggap bermasalah, yakni UU Minerba, UU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RKUHP. Kami juga menuntut Presiden Joko Widodo agar mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangan (Perppu) tentang KPK," tegas si orator. 

Selain hal tersebut, KMND juga menuntut agar  segala bentuk tindakan represif dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat, pelajar,  mahasiswa dan jurnalis, dihentikan. 

KMND menilai, gelombang aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dan pelajar yang terjadi belakangan ini karena didorong oleh realitas sosial dewasa ini dan untuk menyikapi kebijakan kontroversial DPR RI yang terlalu terburu-buru beberapa ingin mengesahkan sejumlah RUU,  antara lain UU KPK, KUHP, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan lain-lain di penghujung masa baktinya yang berakhir pada Selasa (1/10/2019). 

Yang menarik,  dalam aksinya ini KMMD  mengajak masyarakat untuk mengentikan tekanan terhadap Presiden Jokowi, selain mengajak untuk menyelamatkan konstitusi dan meminta Kapolri agar mengusut tuntas aktor pelaku kekerasan terhadap mahasiswa yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Menurut data, aksi KMND ini diikuti perwakilan dari kampus UBK, LP3I, STIAMI, UNIJA, Al AQIDAH dan UIC. (can)