Kivlan Menangis di Sidang Perdana, Para Kampret 'Sentil' Prabowo

Dwitularsih Sukowati menyeka air mata Kivlan Zein dengan tisu. (Foto: Ist)

Jakarta, Dekannews- Warganet yang pada gelaran Pilpres 2019 lalu mendukung Capres 02 Prabowo Subianto dan dijuluki Kampret oleh Pendukung Capres 01 yang juga Capres petahana, Presiden Jokowi, 'menyentil' ketua umum Partai Gerindra tersebut. 

Pasalnya, di satu sisi Prabowo melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi, bahkan bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan salah satu pendukung Jokowi, Hendropriyono, namun di sisi lain mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein yang juga pendukung Prabowo, harus menghadapi sidang atas dakwaan kepemilikan senjata api terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Kritik muncul karena sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019), Kivlan menangis. 

Entah apa yang menyebabkan purnawirawan TNI itu menitikkan air mata, namun tangisan itu mampu membangkitkan simpati dan solidaritas para Kampret yang lain, karena umumnya mereka memang masih belum dapat menerima kenyataan bahwa orang yang mereka bela dengan sepenuh hati, yang katanya akan timbul tenggelam bersama rakyat, ternyata melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi. 

Para Kampret masih menganggap Prabowo sebagai pengkhianat. 

"Air matamu jenderal, air mata kami. Bagaimana kue kekuasaan telah menjadi pembeda mana yang bermental pejuang dan mana yang bermental pengkhianat oportunis pengejar receh kekuasaan. Dasar pelacur rekonsiliasi," kecam akun @do_ra_dong. 

"Selamat malam Pak @Prabowo, kiranya bapak bisa membantu Bapak Kivlan Zein. Kasihan, sudah tua dan begitu banyak jasa-jasanya kepada negara, apalagi Beliau termasuk pendukung Anda. Tangisan Kivlan Zein di Sidang Kepemilikan Senjata Api," kata @Datuk_Tamburin. 

"Katanya pak @prabowo bergabung ke kubu Pak Jokowi adalah untuk menolong dan membebaskan orang-orang yang jadi TAPOL oleh rezim ini... Miris... Seorang yang banyak jasanya untuk bangsa ini.. Di masa tuanya malah dijadikan korban politik demi nafsu dan ambisi kekuasaan. #SaveKivlanZen," kata @Dzunnun_. 

"Habis manis sepah dibuang," sungut @srijae_okoce. 

Seperti diberitakan media, hari ini, Selasa (10/9/2019), Kivlan menjalani sidang perdana kepemilikan senjata api dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelum sidang dimulai, istri Kivlan Zein, Dwitularsih Sukowati, yang awalnya duduk di kursi pengunjung, menghampiri sang suami yang duduk di kursi roda di samping meja kuasa hukumnya.

Kivlan dan istri tampak berbincang-bincang, dan sejurus kemudian Kivlan meneteskan air mata.

Melihat suaminya menangis, Dwi langsung menghapus air mata Kivlan dengan menggunakan tisu yang ia bawa.

Saat sidang berlangsung, Kivlan nampak tegar. Ketika majelis hakim menanyakan identitas dan kesehatanya, Kivlan menjawab dengan lugas dan tegas. Juga saat ditanya apakah dia dapat menjalani persidangan?

"Saya mengikuti aturan, Yang Mulia," katanya. 

Kivlan menjadi terdakwa dengan tuduhan memiliki senjata api ilegal untuk rencana pembunuhan terhadap sejumlah tokoh nasional. 

Bahkan saat dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya, Kivlan juga sempat harus menghadapi tuduhan akan membuat makar. 

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan ini berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang diduga menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019 di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat,  pada 21-22 Mei 2019. Keenam tersangka tersebut berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

Kivlan sempat membantah tuduhan tersebut, dan menilainya sebagai fitnah. 

Saat masih menjadi tersangka dan ditahan di Rutan Guntur, Jakarta Selatan, Kivlan pernah mengajukan penangguhan penahanan, namun ditolak dengan alasan yang bersangkutan tidak kooperatif.

Kivlan juga sempat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun gugatannya juga ditolak. 

Selama gelaran Pilpres, Kivlan termasuk pendukung militan Prabowo, bahkan ikut mewacanakan people power bersama praktisi hukum Eggi Sudjana yang juga pendukung Prabowo, jika Pilpres dicurangi demi memenangkan Jokowi. 

Karena wacana itulah Kivlan sempat dituduh makar. Eggi pun mengalami nasib yang sama, dituduh makar dan menjadi tersangka. (rhm)