Ketua Dewan Pembina FBJ Instruksikan Jajaran untuk Menangkan Paslon 02

Habib Aboebakar AlHabsy. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Dekannews- Ketua Dewan Pembina Forum Bersama Jakarta (FBJ) Habib Aboebakar AlHabsy, menginstruksikan seluruh jajaran relawan FBJ untuk bergerak simultan serta aktif memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Prabowo-Sandi pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Hal ini diketahui berdasarkan siaran tertulis yang dikirimkan Ketua FBJ Budi Siswanto, Sabtu (6/4/2019).

"Instruksi itu dikeluarkan karena aktifasi jaringan ini mengingat irisan FBJ yang tidak terpisahkan dengan sosok Sandi Uno yang didukung anggota FBJ pada Pilkada Jakarta 2017, berpasangan dengan Anies Baswedan," katanya.

Ia mengakui, Pilpres 2019 merupakan moment penting mengingat kondisi negara saat ini membutuhkan figur yang merupakan harapan semua rakyat di Indonesia.

'Tanda-tanda menuju perubahan pun kian nyata. Untuk itu kita bergerak dengan ridho Allah SWT. Semoga jalan kita dimudahkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, rakyat dihadapkan oleh pola kepemimpinan yang membuat rakyat terbelah menjadi kubu kampret yang merupakan pendukung Paslon 02, dan kubu kecebong yang merupakan kubu pendukung pemerintahan Jokowi-JK yang juga kubu Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tak hanya itu, umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas, diperlakukan secara tak adil, sementara kebutuhan pangan meroket akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL), pencabutan subsidi, dan impor pangan yang tak terkendali.

Di sisi lain, utang negara yang bakal menjadi tanggungan seluruh rakyat Indonesia, terus membengkak dengan dalih untuk pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya, dalam acara silaturahmi Ketua Dewan Pendiri FBJ Ma'mun Amin dengan 20 pengurus FBJ di lima wilayah kota administasi di DKI Jakarta, Jumat (5/4/2019), pimpinan organisasi ini membebaskan anggotanya yang berjumlah sekitar 10.000 orang, untuk berafiliasi dengan Paslon nomor urut 01 atau 02 di Pilpres 2019.

"Soal pilihan di Pilpres, silakan saja mau mendukung 01 atau 02, karena kita hargai pilihan setiap orang dalam organisasi ini," kata Ma'mun.

Meski demikian mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta itu mengakui, tanpa diarahkan maupun dikomando, ia tahu bahwa pimpinan dan anggota FBJ di seluruh Jakarta tak ada yang mendukung 01.

Ia mengaku tahu hal ini berdasarkan irisan saat Pilkada Jakarta 2017 lalu, dimana semua elemen FBJ terjun untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi dengan menjadi relawan pasangan yang diusung PKS dan Gerindra itu.

"Irisan atau benang merah ini agaknya masih berlanjut hingga Pilpres 2019, karena sampai saat ini saya belum mendengar ada elemen FBJ yang berkampanye untuk Paslon 01," imbuhnya.

Ke-20 pimpinan FBJ dari Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakara Utara tak ada yang membantah. Ketua FBJ Budi Siswanto pun membenarkan hal ini.

"Anggota FBJ yang berjumlah 10.000 orang di seantero Jakarta, tak ada yang mendukung 01," katanya.

Ia melihat, pilihan anggotanya ini disebabkan banyak hal. Di antaranya adalah fakta bahwa selama Capres 01 Jokowi memimpin Indonesia, pertumbuhan ekonomi merosot, harga kebutuhan pangan meroket, dan anak bangsa terpecah belah.

Yang lebih penting adalah, semua anggota FBJ beragama Islam, dan mereka tak rela agamanya diperlakukan secara tak adil oleh pemerintahan Jokowi.

"Jumlah mereka yang 10.000 itu cukup signifikan untuk membantu kemenangan 02 di Jakarta pada hari pencoblosan tanggal 17 April nanti," katanya. (man)