Keteladanan Anies Baswedan di Hari Idul Adha

Gubernur Anies Baswedan menyembelih sapi yang dikurbankannya. (Foto: SH)

SEORANG GUBERNUR sebenarnya tinggal memberikan kuasa kepada panitia kurban untuk memotongkan sapi kurban yang telah di sumbangkannya, tapi tidak dengan Pak Anies; Beliau lah yang justru melaksanakan sendiri pemotongan hewan kurban tersebut. 


Oleh: Syahrul Hasan 
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta

Di setiap perayaan dan pelaksanaan hari raya, terlebih hari Raya Idul Adha, selalu saja menghadirkan peristiwa yang menarik dan lucu, dari mulai sapi kurban yang lepas dan kabur ketika ingin di sembelih, atau ada panitia kurban yang sampai diseruduk kambing kurban yang tidak mau digiring ke lubang atau tempat pemotongan. 

Dan masih banyak cerita menarik lainnya yang kemudian menjadi viral di media sosial.

10 Dzulhijjah 1440 H atau yang bertepatan dengan hari ahad tanggal 11 Agustus 2019, di media–media sosial seperti Instagram, WA Groups, Facebook, dan lain–lain, kita dikejutkan dengan foto seorang laki-laki berkaca mata dan mengenakan baju koko putih sedang memotong hewan kurban, yaitu sapi. 

Ketika kita menyembelih (memotong) khususnya sapi, secara natural darah secara langsung keluar, bahkan muncrat ke segela arah dan tentu bisa mengenai baju, celana, bahkan wajah dari orang yang menyembelih, juga orang–orang yang ada di dekat dari sapi kurban tersebut. Dan tentu bagi sebagian orang yang tidak biasa melihat prosesi ini akan merasakan jijik, bau, bahkan sampai ada yang muntah karena kagetnya melihat darah dari hewan kurban tersebut.

Tapi tidak dengan laki–laki berkacamata dan berbaju koko seperti nampak pada foto yang telah kita lihat; Beliau begitu tenang, bahkan penuh penghayatan ketika melaksanakan prosesi penyembelihan sapi kurban yang beratnya diperkirakan melebihi 1 ton. 

Tak mudah memotong hewan kurban, khususnya sapi, sehingga mental dan keberanian harus dipersiapkan. Apalagi karena ketika leher sapi disembelih, darah yang muncrat pasti mengenai wajah dan pakaian orang yang menyembelihnya. Itu pula yang dialami laki–laki berkacamata dan berbaju koko itu. Begitu leher sapi disembelih, darah hewan kurban itu mengenai baju koko yang ia kenakan, bahkan juga mengenai wajah dan kacamatanya. 

Jika laki–laki berkacamata dan berbaju koko tersebut orang biasa, mungkin foto–foto yang menggambar dirinya sedang memotong sapi kurban akan berlalu begitu saja meski diunggah ke media sosial, namun tidak demikian yang terjadi; foto-foto itu kemudian menjadi viral dan diperbincangkan masyarakat, khususnya di Jakarta, karena laki–laki berkacamata dan berbaju koko tersebut adalah Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. H. Anies Rasyid Baswedan. 

Terlintas dibenak kita, seorang gubernur sebenarnya tinggal memberikan kuasa kepada panitia kurban untuk memotongkan sapi kurban yang telah di sumbangkannya, tapi tidak dengan Pak Anies; Beliau lah yang justru melaksanakan sendiri pemotongan hewan kurban tersebut. 

Seperti yang telah penulis sampaikan di atas, memotong sapi (kurban) butuh mental, keberanian, dan kemapuan tersendiri. Peristiwa ini tentunya memberikan keteladanan dan contoh yang sangat baik bagi kita ummat Islam bahwa kepemimpinan adalah contoh, bukti dan kerja nyata. Hal ini akan berdampak positif karena sang pemimpin memiliki relasi yang kuat kepada masyarakatnya dengan telah berbuat dan bertindak, walaupun itu dalam bentuk yang sederhana. Seeing Is Believing.

Semoga Idul Adha 1440 H ini memberikan kita pembelajaran yang holistic tentang makna kepemimpinan, ketauladan dari para pemimpin kita. Dan semoga Allah Azza Wajalla mencurahkan keberkahan yang tiada bertepi kepada pemimpin ibukota tercinta dan juga kepada seluruh warganya, Aamiin Yaa Rabbal A’lamiin. #SH#