Kemenpora Pangkas Cabor Popnas XV/2019 Menjadi 10

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kedua dari kiri), Sekretaris Disorda DKI Jakarta Asep Saepudin (ketiga dari kiri) dan Sekretaris Umum KONI Provinsi DKI Djamran (paling kanan). (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Kementerian Pemuda dan  Olahraga (Kemenpora) memangkas separuh cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV/2019, menyusul ketidaksanggupan Papua untuk menyelenggarakan event ini. 

"Tiga hari sebelum kejadian di Papua (19 Agustus 2019, red)  Pak Alex, kepala Disorda Papua, telepon, mengabarkan bahwa provinsinya berat untuk menyelenggarakan Popnas dan Peparpenas (Pekan Paralimpik Pelajar Nasional), karena fokus untuk menyelenggarakan PON XX," ujar Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto dalam Forum Diskusi PWI Jaya bertajuk "Menakar Kesiapan DKI Jakarta sebagai Tuan Rumah Popnas XV/2019" di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). 

Acara ini merupakan hasil kerjasama Siwo PWI DKI Jaya dengan KONI DKI Jakarta. 

Gatot mengakui, penjelasan Alex itu membuat pihaknya panik, sehingga keesokan harinya atau 20 Agustus 2019, ia langsung menelepon Kadisorda DKI Jakarta, Ahmad Firdaus, dan menanyakan kemungkinan Jakarta menjadi tuan rumah Popnas XV menggantikan Papua. 

"Namun Pak Firdaus mengatakan tak janji Jakarta bisa menjadi tuan rumah Popnas, dan akan mempertimbangkannya," lanjut Gatot. 

Pada hari yang sama Gubernur Papua Lukas Enembe mengabarkan secara resmi kalau provinsi yang dipimpinnya tak dapat menyelenggarakan Popnas dan Peparpenas, karena selain sedang fokus untuk menyelenggarakan PON XX, juga karena venue-venue untuk 20 Cabor yang dipertandingkan, belum selesai.

Pada 23 Agustus 2019, APBD Perubahan DKI Jakarta diketuk palu, dan pada hari yang sama Menpora Imam Nahrawi berkirim surat kepada Gubernur Anies Baswedan untuk meminta kesediaan Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Popnas XV. 

"Pada 27 Agustus, Asisten Sekda Bidang Kesra, Pak Catur Laswanto, datang ke Kemenpora dan memberitahu bahwa Jakarta tidak bisa menjadi penyelenggara Popnas karena APBD Perubahan 2019 telah diketuk palu, dan tak ada anggaran yang bisa dialokasikan untuk Popnas. Namun DKI siap membantu dengan menggratiskan penggunaan GOR-GOR (gelanggang olahraga)," kata Gatot. 

Diakui, karena tak ada pilihan lain, maka Kemenpora memutuskan untuk menyelenggarakan sendiri event tersebut. Hanya saja, karena anggaran yang tersedia maksimal hanya Rp25 miliar, sementara biaya penyelenggaraan 10 Cabor mencapai Rp36,8 miliar, maka rencananya Kemenpora akan memangkas Cabor yang dipertandingkan hingga separuhnya. 

"Kami sudah menyusun tiga alternatif untuk 10 Cabor yang dipertandingkan, dan akan segera disampaikan kepada Pak Menteri. Mudah-mudahan pekan depan sudah ada keputusan," katanya. 

Gatot memastikan bahwa Popnas XV akan diselenggarakan pada pekan pertama November 2019, dan tidak akan meleset dari bulan itu, karena jika meleset, apalagi mundur hingga tahun depan, maka akan mengganggu agenda yang sudah disiapkan untuk tahun itu. 

Inilah ketiga alternatif 10 Cabor yang disiapkan:
Alternatif 1: Atletik,  renang, bulutangkis, basket, bola voly, pencak silat, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja dan sepakbola 
Alternatif 2: Atletik,  renang, bulutangkis, basket, bola voly, pencak silat, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja dan taekwondo
Alternatif 3: Atletik,  renang, bulutangkis, basket, bola voly, pencak silat, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja dan dayung

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta Asep Saepudin membenarkan bahwa DKI Jakarta tak bisa menjadi tuan rumah Popnas XV karena penunjukkan yang tiba-tiba,  waktu penyelenggaraan yang mepet dan APBD Perubahan 2019 yang sudah disahkan. 

"Tapi kita sediakan 20 venue untuk digunakan. Nanti yang mana yang akan digunakan, setelah kita tahu Cabor apa saja yang dipertandingkan," katanya. 

Asep memastikan kalau penggunaan venue tersebut tidak dikenai biaya retribusi alias gratis. 

Sekretaris Umum KONI Provinsi DKI, Djamran, berharap Cabor yang dipertandingkan saat Popnas XV tidak dikurangi dari 20 atau kalaupun dikurangi bisa di atas 10.

"Kasihan para atlet yang Cabornya dihapus karena mereka telah berlatih selama lima tahun," katanya. 

Ia bahkan berharap, jika pun Kemenpora hanya dapat menyelenggarakan 10 Cabor di Jakarta, Cabor yang lain dapat diselenggarakan di daerah lain. 

"Ini untuk menjaga semangat dan mentalitas atlet karena mereka telah menyiapkan diri selama lima tahun," tegasnya. 

Meski demikian Djamran mengatakan, KONI DKI Jakarta mendukung penuh keputusan Kemenpora untuk mengorganizer Popnas XV karena event tahunan ini merupakan salah satu cara untuk mencari dan mendapatkan bibit unggul olahragawan dari kalangan pelajar. 

"Ini agenda nasional yang sudah rutin, dan kita mampu bersaing di tingkat internasional untuk kategori ini," pungkasnya. (rhm)