Kebijakan Anies Soal Batasan Usia Anggota FKDM Dikritik Masyarakat

Sutisna. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Anggota FKDM DKI Jakarta periode 2015-2020 mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang tertuang pada pasal 8 huruf f Pergub Nomor 138 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini Di DKI Jakarta. 

Pasal itu dikritik karena menetapkan usia FKDM paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 60 tahun. 

"Di peraturan yang lama nggak begitu," sesal Ketua FKDM Kelurahan Sunter Jaya, Sutisna, di Jakarta, Kamis (19/11/2020). 

Data yang dihimpun menyebutkan, ketentuan baru yang tercantum pada Pergub Nomor 138 Tahun 2019 tersebut membuat lebih dari 20 anggota FKDM periode 2015-2020 di Jakarta Utara tak dapat lagi mendaftarkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi untuk masa jabatan periode 2020-2023 yang saat ini sedang berlangsung. 

Padahal, mereka masih sangat ingin berbuat untuk bangsa dan negara, khususnya Jakarta, karena merasa masih memiliki semangat dan produktif. 

"Lagipula menjadi anggota FKDM berbeda dengan menjadi tokoh Ormas atau LSM, karena kalau anggota FKDM lebih mengedepankan sosoknya sebagai tokoh masyarakat, kalau tokoh Ormas dan LSM lebih mengedepankan organisasinya," imbuh Sutisna. 

Menurut dia, dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam rangka cegah dini dan deteksi dini, seorang anggota FKDM juga tak hanya harus sigap, tapi juga harus mampu menjalin hubungan yang sinergis dengan camat dan lurah, serta familiar dengan permasalahan wilayah yang terkait dengan tugas dan fungsinya. 

Tak hanya itu, seorang anggota FKDM juga harus mampu menjalin kemitraan dengan RT/RW.  

"Selama 10 tahun saya bergabung dengan FKDM, saya banyak terbantu oleh teman-teman FKDM yang saat ini berusia 60 tahun. Ketokohannya tidak diragukan. Loyalitas terhadap Kamtibmas patut diacungi jempol," imbuh dia. 

Sutisna berharap pembuat kebijakan di DKI Jakarta yang konsen terhadap FKDM, mengambil sikap terhadap masalah ini. 

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) hanya menjawab singkat. 

"Terima kasih diingatkan," katanya. (rhm)