Kafe Jakbistro Akan Dibuka di Sejumlah RSUD di Jakarta

Kafe Jakbistro Balaikota DKI. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews-  Manajemen Grand Cempaka Business Hotel berencana mengembangkan bisnis kafe yang telah digeluti sejak sekitar 4 tahun lalu. 

Pengembangan dilakukan dengan membuka Kafe Jakbistro di sejumah rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta. 

"Saat ini Kafe Jakbistro yang kami kelola ada satu, yakni yang berlokasi di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Sesuai arahan pimpinan di kantor pusat (PT Jakarta Tourisindo), kami juga berencana membuka Kafe Jakbistro di sejumlah RSUD di Jakarta," ujar Food and Baverage Manager Grand Cempaka Business Hotel, Irwan Hasan, di Jakarta, Senin (23/11/2020). 

Ia menjelaskan, saat ini di Jakarta terdapat sembilan RSUD, namun sesuai masukan dari Dinas Kesehatan, Jakbistro akan dibuka di RSUD-RSUD yang besar saja, seperti RSUD Duren Sawit, Tarakan dan Pasar Rebo.  

Ketika nanti kafe-kafe itu beroperasi, jelas Irwan, konsepnya akan sedikit berbeda dengan Kafe Jakbistro di Balaikota, karena jika menu Kafe Jakbistro Balaikota mengedepankan makanan ringan untuk konsumen, sedang di RSUD mengutamakan makanan berat. 

Pembedaan ini, dilakukan untuk menyesuaikan  kondisi di Balaikota dan RSUD. 

"Kalau yang di Balaikota, konsumen utamanya adalah pejabat yang sedang menunggu waktu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat kedinasan, dan tamu yang akan bertemu pejabat. Sedang di RSUD konsumennya adalah karyawan di situ dan keluarga atau kerabat pasien yang dirawat di RSUD itu," jelas Irwan. 

Mantan bartender ini mengakui, usaha kafe sebenarnya termasuk yang terimbas pandemi Covid-19, sehingga omset Jakbistro Balaikota tergelincir dari kisaran Rp5-6 juta/hari ketika belum ada pandemi, namun usaha kuliner menurut dia merupakan usaha yang tak ada matinya, karena semua orang membutuhkan kuliner. Tinggal bagaimana pengolahan dan pengemasan menu yang ditawarkan, serta promosinya. 

Ketika ditanya apa strategi yang diterapkan agar Jakbistro tetap berkibar, bahkan dapat tumbuh positif, meski pandemi telah membuat Indonesia masuk jurang resesi akibat pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi pada triulan II dan III-2020? 

Irwan menjelaskan, dalam menjalankan bisnis kuliner, manajemen Grand Cempaka Business Hotel berpegang pada prinsip "harga murah, namun cita rasa hotel bintang empat", sesuai status Grand Cempaka Business Hotel yang memang merupakan hotel bintang empat. 

"Jadi taste adalah prioritas, dan selalu ada quality control agar konsumen puas," katanya. 

Irwan mengakui, untuk menarik minat konsumen, Kafe Jakbistro juga menyajikan minuman tradisional yang sudah langka di pasaran seperti bir pletok dan bajigur, sehingga konsumen yang kangen minuman jenis itu dapat datang ke Jakbistro. 

"Meski menu utama yang ditawarkan Jakbistro Balaikota adalah makanan ringan, tapi di situ juga disediakan makanan berat bagi konsumen yang membutuhkan. Salah satunya adalah Burung Marlon Goreng. Ini menu unggulan katering Grand Cempaka Business Hotel yang banyak dipesan konsumen karena diolah dari burung puyuh hasil perkawinan burung puyuh lokal dan burung puyuh Prancis. Daging Burung Marlon ini empuk dan lembut," jelasnya. 

Irwan menegaskan, ketika Jakbistro di RSUD-RSUD telah beroperasi, menu Burung Marlon Goreng juga akan disediakan, karena pada dasarnya, menu yang dijual oleh katering Grand Cempaka, juga dijual di kafe. 

"Jadi, kalau mau menikmati makanan berat dengan harga bersaing dan dengan cita rasa hotel bintang empat, datang saja ke Jakbistro," tutupnya. (rhm)