Jelang Lebaran, Tempat Gadai Diserbu Warga

Seorang nasabah menggadaikan barangnya di gerai Pegadaian. (Foto: Radarbanyumas)

Jakarta, Dekannews- Usaha pegadaian kembali diserbu warga setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di antara mereka ada yang tak hanya ingin menggadaikan barangnya, namun juga melunasi barang yang digadaikan. 

CNBC Indonesia, Senin (3/6/2019), melaporkan, gerai-gerai usaha gadai yang di hari-hari biasa nampak sepi, kini nampak ramai.

Gerai-gerai usaha gadai yang diserbu warga di antaranya yang berada di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Setidaknya ada sekitar 20 lokasi gadai di sepanjang jalan ini, dari usaha gadai berbentuk ruko dengan pengaman teralis, ruko tanpa teralis, hingga bagian rumah yang disulap menjadi lokasi usaha gadai. Ada pula usaha gadai yang resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga usaha gadai tanpa merek dagang," kata media itu.

Hampir seluruh tempat usaha gadai yang disambangi tengah didatangi pengunjung. Sebagian dari mereka ada yang menggadaikan barang, namun ada pula yang melakukan pelunasan barang yang digadai.

Salah seorang petugas Pusat Gadai Indonesia di Jalan Letjen Suprapto mengatakan, di musim Lebaran aktivitas di kantornya memang lebih tinggi dari biasanya. Kebanyakan nasabah justru melakukan pelunasan dan pengambilan barang.

"Lebaran paling (banyak) pelunasan. Pelunasan itu dia ambil barang, tapi tergantung juga, (karena) ada cabang kita yang ramai (orang) menggadai barang," katanya..

Di wilayah Cempaka Putih, Pusat Gadai Indonesia membuka tiga kantor cabang. Petugas itu mengatakan, setelah hari raya Idul Fitri atau Lebaran, orang akan tambah ramai datang untuk menggadai barang kembali karena uang sudah habis dipakai untuk berlebaran.

"Paling nanti habis Lebaran malah tambah ramai orang yang gadai. Soalnya, duitnya sudah habis saat Lebaran," ujarnya.

Mendapatkan uang dengan menggadai barang menjadi alternatif paling mudah. Nasabah hanya perlu membawa barang yang digadai seperti laptop, kamera, handphone atau telepon seluler (ponsel), BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor) motor dan data diri berupa KTP. Barang tersebut wajib milik sendiri.

Di hari yang sama, uang yang diperlukan langsung cair dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Di Super Gadai, bunga dipatok sebesar 10% untuk jangka waktu sebulan. Jika pelunasan dilakukan 2 minggu pertama, maka bunga hanya akan dikenakan 5%.

"Semua harganya kami sudah ada daftarnya. Misal, untuk handphone Android rata-rata Rp800.000. Kalau digadai lengkap dengan boks bisa lebih tinggi lagi," ungkap seorang pegawai Super Gadai, Cempaka Putih.

Tidak semua ponsel bisa digadai. Di Super Gadai, misalnya, hanya iPhone seri 6 yang bisa digadai. iPhone 6 saja dihargai minimal Rp1,2 juta. Untuk gadai BPKB motor, dengan ketentuan periode pembuatan motor harus minimal tahun 2012. Rata-rata gadai motor dihargai minimal Rp 800.000. Itu karena usaha gadai yang dijalankan berbentuk koperasi sehingga tidak ada survey.

Tak jauh dari Super Gadai, Top Gadai juga kebanjiran nasabah beberapa waktu terakhir menjelang Lebaran. 

"Banyak sih belakangan ini. Kebanyakan elektronik, handphone," kata seorang pegawai Top Gadai.

Baik di Super Gadai maupun di Top Gadai, keduanya menyediakan asuransi kepada nasabah. Barang yang mengalami kerusakan selama penyimpanan akan ditanggung oleh pihak gadai. Kerusakan yang terjadi setelah barang diambil tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

"Kalau kita diasuransikan nanti cek pas pelunasan kalau ada kerusakan nanti kita tanggung jawab. Tapi itu hanya untuk kerusakan yang terjadi di dalam," ungkapnya. (man)