Jabat Dua Tahun Gubernur Di Jakarta, Aktivis Gelar Syukuran Untuk Anies

Syukuran - Puluhan aktivis Jakarta mengadakan syukuran dua tahun kepemimpian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam kesempatan tersebut, Sugiyanto (Katar) menyampaikan sejumlah kritik dan saran kepada Gubernur Anies, di Ancol, Rabu (16/10/2019). [foto:kirman/dekannews]

Jakarta, Dekannews - Acara syukuran dua tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang diselenggarakan di Putri Duyung Cottage Ancol, yang membahas tentang aspirasi warga ibukota dari persoalan, kesehatan, budaya betawi sampai dengan mafia aset.

Acara tersebut dihadiri beberapa aktivis Ibukota, diantaranya Amir Hamzah, Saiful Jihad, Sugiyanto (SGY) dan Rico Sinaga. Para aktivis Jakarta ini menyampaikan rasa bersyukurnya dalam dua tahun kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan yang dinilai sudah mulai mewujudkan Maju Kotanya Bahagia Warganya.

Ketua Panitia Syukuran Saiful Jihad mengatakan, terminologi di kalangan aktivis memang nyata. Dirinya meyakini, Gubernur Anies masih aktivis bukan pernah menjadi aktivis. Jiwa aktivis masih melekat pada Gubernur DKI, dalam arti (Anies Baswedan) yang tidak pernah kenal lelah.

"Aktivis itu seperti tentara, aktivis itu tidak kenal pensiun," ujar Saiful Jihad, saat memberikan sambutan acara, di jakarta, Rabu malam (16/20/2019).

Di tempat yang sama, Sugiyanto berharap, Pemprov DKI bisa membentuk sebuah tim khusus agar Gubernur DKI Jakarta yang saat ini dipimpin Anies Baswedan bisa menumpas mafia kejahatan yang merebut aset negara di Ibukota.

"Masyarakat Jakarta saat ini tidak punya tanah, namun Pak Gubernur, banyak bandit aset negara di Jakarta yang harus ditumpas. Oleh karena itu saya usulkan agar kedepan membuat team terkait aset Jakarta," kata Sugiyanto pada saat sambutan.

Dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi usulan yang diutarakan oleh beberapa aktivis Ibukota untuk segera direalisasikan dalam bentuk karya.

"Untuk mengerjakan persoalan di ibukota, dalam 1 hari rumusan kerja itu harus ada, karena kita bisa mengetahui mana yang benar mana yang salah, karena itu Jakarta harus punya nilai," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dengan menilai sebuah pengalaman, kata Anies, jika tugas di kementerian yang dulu diemban hanya dapat ruang lingkup yang sangat terbatas dengan sektor dan wilayah saja. Namun, menjadi Gubernur bisa mendapatkan semua sektor dalam satu wilayah.

"Karena nilai pengalaman melampaui dua tahun. Dulu waktu tugas di kementerian satu sektor untuk semua wilayah, tapi di sini satu wilayah untuk semua sektor," tutupnya. (can)