Innalillahi, Sudah 115 Dokter Meninggal Akibat Paparan Covid-19

Kepala Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI, HN Nazar. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Jumlah dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meninggal saat menangani pandemi Covid-19 terus bertambah. 

Kepala Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI, HN Nazar mengatakan, hingga Sabtu (12/9/2020),  dokter yang meninggal akibat menangani Covid-19 telah mencapai 115 orang. 

"Data hingga 12 September, dokter yang meninggal 115 orang. 60 di antaranya dokter umum," katanya dalam Program Indonesia Lawyer Club (ILC) TVOne, Selasa (15/9/2020) malam. 

Ia menegaskan, jika ada yang mengatakan kalau yang meninggal 30 orang, patut diduga datanya berasal dari regulator, dan kemungkinan yang 30 orang tersebut merupakan yang memdapat bantuan. 

Secara eksplisit Nazar mengakui, hingga saat ini penanganan Covid-19 di Indonesia sangat buruk, karena hingga kini masih ada rumah sakit yang tenaga medisnya memakai APD (Alat Pelindung Diri) seadanya (tidak memenuhi standar), dan tenaga medis yang memakai APD seadanya tersebut termasuk dokter umum yunior yang ikut menangani pasien Covid-19.

Yang lebih memprihatinkan, Nazar juga mengungkap kalau saat ini di Indonesia masih ada rumah sakit yang tidak mau melakukan tracing (pelacakan) karena terkendala budgeting, sehingga untuk melakukan hal tersebut menunggu Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) agar dapat melakukan tracing dengan gratis. 

Ia menilai meningkatnya paparan Covid-19 di Jakarta, juga di daerah lain, sehingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan menyetop Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan menerapkan PSBB jilid 2 yang cenderung lebih ketat dibanding PSBB Transisi, akibat kebijakan pemerintah yang kurang konsisten dalam memerangi Covid-19, lemahnya penegakkan aturan terhadap para pelanggar protokol kesehatan, dan juga tidak adanya keteladanan dari pemimpin. (rhm)