Hormati Nasehat Amien Rais, PAN Jakarta Tunggu Putusan Rakernas

Sugiyanto. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta,  Sugiyanto, mengatakan, meski belum ada keputusan dari DPP tentang arah koalisi pasca putusan MK pada 27 Juni 2019, tetapi kader PAN Jakarta lebih memilih untuk netral dan menghormati nasehat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang disampaikan pada 5 Juli 2019 melalui video yang diunggah ke media sosial.

Dalam pesannya, pendiri PAN itu mengatakan begini; "Dengarkan nasehat saya, jangan kita rabun ayam hanya karena satu kursi kemudian kita bergabung (ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin)".

Menurut Sugiyanto, bagi kader PAN Jakarta, sosok Amien Rais bukan hanya pendiri partai yang telah banyak berkorban dalam membesarkan partai, namun juga merupakan tokoh besar dan seorang ulama yang harus didengar nasehatnya.

“Pak Amin itu tokoh besar,  pakar politik dan seorang ulama. Pengetahuannya lengkap, baik tentang ilmu politik, dunia, dan ilmu akhirat. Jadi, wajib dihormati,” katanya kepada dekannews.com di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Politikus senior Jakarta yang akrab disapa SGY ini menambahkan, masih adanya pengurus partai yang menyampaikan aspirasi ke publik tentang PAN akan berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi adalah hal yang kurang tepat, karena meskipun partai tidak melarang kader menyatakan pemikirannya, namun seharusnya nasehat Amien Rais wajib dihormati oleh pengurus, kader dan simpatisan PAN.

“Nasehat Pak Amien itu masukan untuk PAN dalam mengambil keputusan. Jadi, tidak ada makna otoriter dari nasehat Beliau. Nah, kader cerdas akan merujuk pada aturan partai, bukan menandingi pendapat Pak Amien,  karena hanya keputusan partai lah yang akan dipatuhi kader partai,  termasuk juga Pak Amin Rais,” tegas SGY

Lebih lanjut politisi yang juga aktivis senior di Jakarta ini mengatakan, setelah Amien Rais memberikan nasehat,  hendaknya semua elit partai dapat  menahan diri untuk tidak membuat pernyataan tentang kemungkinan PAN akan berkoalisi atau di luar pemerintrahan (oposisi),  karena selain belum ada keputusan partai,  juga untuk menghormati nasehat pendiri PAN Amien Rais.

“Tak etis dong nasehat Pak Amien Rais diabaikan,  apalagi dipertentangkan, karena pemikiran Beliau itu bukan hanya didukung internal PAN, namun masyarakat pun banyak yang sejalan dengan gagasan Beliau. Jadi, harus mengukur dirilah jika ingin membantah Pak Amin Rais. Sabar dan tunggulah sampai ada keputusan final partai,” sindirnya.

Kader senior  PAN DKI Jakarta ini menegaskan bahwa DPW PAN DKI Jakarta akan menunggu keputusan DPP PAN dan tidak akan masuk pada opini mendukung atau menolak wacana PAN akan berkoalisi atau menjadi partai penyeimbang,  tetapi akan bersikap netral dan menghormati nasehat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

“Masalah koalisi levelnya nasional. Jadi, bukan porsinya DPW PAN DKI Jakarta. Kecuali diminta oleh DPP PAN untuk meyampaikan aspirasi, baru PAN Jakarta akan bersikap. Saat ini PAN DKI pada posisi menghormati nasehat Pak Amin Rais,” tegasnya.

Terkait hal tersebut SGY menegaskan bahwa sejatinya dalam politik tidak ada teman atau lawan yang abadi, melainkan adalah seni untuk menjadikan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, tetapi bisa terwujud.

Meski demikian, katanya, hal itu harus dijalankan sesuai aturan partai berdasarkan kepentingan rakyat dengan tetap menghormati pendiri partai.

“Ilmu seni berpolitik Pak Amien itu tinggi. Beliau disegani baik oleh lawan ataupun kawan. Jadi, kan aneh bila ada kader PAN yang  tidak menghormati Beliau,” pungkas SGY.

Seperti diketahui,  pasca putusan MK yang menolak gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 yang diajukan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi pada 27 Juni 2019, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto membubarkan koalisi partai pengusung dan pendukungnya yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN,  Demokrat dan Berkarya. Seketika itu juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberi isyarat kalau partainya akan bergabung ke kubu pasangan yang memenangkan Pilpres 2019, yakni pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pernyataan Zulkufli itu didukung Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan yang menyatakan bahwa kemungkinan PAN bergabung ke Jokowi-Ma'ruf besar sekali.

Setelah video berisi pesan Amien Rais beredar di Medsos, reaksi para petinggi PAN pun beragam.

"Wejangan Pak Amien perlu didengar, diperhatikan, dan dipertimbangkan oleh seluruh kader PAN," kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Daulay.

Sekjen PAN Eddy Soeparno tak mau bicara banyak,  namun komentarnya tidak bernada positif maupun negatif. Dia hanya mengatakan bahwa sikap politik PAN bakal diputuskan melalui Rakernas pada Juli atau Agustus mendatang.

"Apa yang disampaikan Amien adalah nasihat yang konstruktif untuk kami semua, tentu kami akan hormati," ucap Eddy kepada CNN Indonesia. (Man)