Hasil Studi Lapangan Mahasiswa Universitas Pamulang ke Lembang: Peluang Usaha Masih Sangat Besar

Mahasiswa, Kaprodi dan dosen Universitas Pamulang yang melakukan studi lapangan ke Floating Market Lembang. (Dok: Tobaristani)

Jakarta, Dekannews- Sebanyak 62 mahasiswa Magister Hukum Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, tahun 2019 yang mengikuti mata kuliah Kewirausahaan, Sabtu (19/10/2019), melakukan kunjungan studi lapangan ke sebuah pusat kuliner yang sedang menjadi fenomena di Indonesia.

Pusat kuliner tersebut bernama Floating Market Lembang yang berada di Jalan Grand Hotel Nomor 33E, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Ada tiga agenda dalam acara di Floating Market, yakni kunjungan stand-stand kewirausahaan yang ada di lokasi, dialog Interaktif manajemen Floating Market, dan wawancara dengan sekitar 47 orang pengunjung Floating Market dalam bentuk kuisioner," jelas sekretaris panitia studi lapangan ini, Debby Natalia, kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, Senin (21/10/2019).

Ia menyebut, banyak hal penting yang didapat dari acara yang melibatkan Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Hukum Universitas Pamulang Dr.Oksidelfa Yanto, SH, MH, dan dosen yang ditunjuk Kaprodi sebagai pendamping studi lapangan tersebut, di antaranya bahwa meski perekonomian Indonesia saat ini cenderung melambat dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya berada di kisaran angka 5%, dan melemahnya daya beli masyarakat akibat berbagai faktor, antara lain akibat kenaikan harga pangan, namun peluang membuka usaha ternyata masih sangat besar.

Mahasiswa juga mendapat masukan yang penting tentang bagaimana pemilik usaha jatuh bangun dalam mengelola bisnisnya, dan menjadikan setiap kendala dan hambatan sebagai kekuatan untuk membangun usaha.

"Dari wawancara dengan pengusaha yang membuka stand di Floating Market, kita mendapat informasi kalau pemasukan mereka bisa mencapai sekitar Rp500 juta/bulan. Pengunjung Floating Market pada Senin-Jumat sekitar 2.000 sampai 4.000 orang, pada Sabtu-Minggu sekitar 8.000 orang dan pada hari libur bisa mencapai 10.000 sampai 12.000 orang," imbuh Debby.

 

Ketua Organizing Committee Studi Lapangan, Tobaristani, menambahkan, berdasarkan hasil studi lapangan in, Kaprodi mengatakan bahwa setelah lulus, mahasiswa akan mampu membuka usaha tanpa mengganggu aktivitas utama sebagai polisi, lawyer, ASN dan lainnya.

Tak hanya itu, Kaprodi juga menyakini bahwa para mahasiswanya akan mampu membuka lapangan pekerjaan dan mengembangkan potensi di daerahnya masing-masing.

Studi lapangan ke Floating Market Lembang ini diselenggarakan agar para mahasiswa mendapatkan gambaran tentang kondisi wirausaha dari awal memulai usaha hingga situasi dan kondisinya saat ini. Dengan kata lain, dari studi lapangan ini mahasiswa diharapkan dapat mendeskripsi masalah-masalah kewirausahaan, menganalisa pasar, sumber daya manusia, kompetitor, dan strategi-strategi yang diterapkan, khususnya di lokasi yang dijadikan studi.

Selain itu, dari studi ini kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi juga diharapkan dapat meningkat, dan dari komunikasi dengan wirausahawan di Floating Market Lembang serta pengunjungnya, mahasiswa dapat mempromosikan program studi mereka kepada masyarakat.

"Tujuan utama Pemerintah memasukkan mata kuliah kewirausahaan dalam pengajaran di Perguruan Tinggi di antaranya untuk merubah paradigma sebagian besar mahasiswa dari semula cenderung mencari pekerjaan (sebagai orang gajian atau job seeker) menjadi menciptakan lapangan pekerjaan (sebagai pemberi kerja atau job creator) sebagai upaya penciptaan wirausahawan baru. Kami menilai, tujuan ini dapat dicapai jika perguruan tinggi juga melakukan sejumlah kegiatan yang relevan, termasuk studi lapangan sebagai salah satu bentuk pembekalan bagi mahasiswanya," tutup Toba. (rhm)