Hasil positif, Sinergitas dan Kolaborasi Pemda Maluku dan PD Panca Karya

KMP Bahtera Nusantara 02 - Menhub Budi Karya Sumadi menyerahkan pengelolaan KMP Bahtera Nusantara 02 kepada Pemprov Maluku melalui Gubernur Murad Ismail, Rabu (5/8/2020), di Jakarta. Selanjutnya KMP Bahtera Nusantara 02 dioperasikan PD Panca Karya yang diterima Dirut PD Panca Karya Rusdy Ambon. Usai seremonial tersebut, para pejabat tersebut foto bersama. [Ist]

Jakarta, Dekannews - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi telah menyerahkan pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 02 kepada Pemda Maluku, melalui Gubernur Murad Ismail dan Dirut PD Panca Karya Rusdy Ambon.

"Tentu ini merupakan sesuatu yang positif. Dengan adanya kepercayaan dari Kemenhub terkait pengelolaan KMP Bahtera Nusantara 02, yang nantinya akan ditangani PD Panca Karya, akan mampu memberikan dampak positif bagi pendapatan asli daerah," ungkap Koordinator Paparisa Perjuangan Maluku (PPM) 95 Adhy Fadhly menanggapi hal tersebut kepada dekannews.com, Kamis (6/8/2020), di Jakarta.

Menurut Adhy, pelimpahan kepercayaan untuk mengelola dan mengoperasikan KMP Bahtera Nusantara 02 kepada PD Panca Karya dinilai tepat. Mengingat saat ini PD Panca Karya yang ditangani Rusdy Ambon yang memiliki kemampuan manjerial yang mumpuni, tentu menjadi harapan untuk bisa menggali potensi PAD yang lebih baik lagi.
"Bagi saya ini merupakan sinergitas dan kolaborasi yang perlu dipertahankan dan diikuti oleh daerah - daerah kabupaten kota yang ada di Maluku,  setidaknya Gubernur Murad Ismail, telah memberikan contoh yang positif bagaimana memaksimalkan upaya dan bersinergi dengan perusahaan daerah guna mengoptimalkan kinerja dan usaha perusahaan daerah," ujar Adhy lagi.

KMP Bahtera Nusantara 02 diserahkan langsung Menteri Perhubungan kepada Gubernur Murad Ismail yang didampingi Dirut PD Panca Karya. Penyerahan tersebut dilaksanakan pada Rabu kemarin bertempat di Hotel Mulia Jakarta. Kapal ber jenis roll on-roll of ini memiliki bobot  1500 GT maka diperkirakan kapal ini memiliki kapasitas menganggkut penumpang kurang lebih 400-500 penumpang. Plus sekitar 50 kendaraan bermotor.

"Jika ini dapat dimaksimalkan maka banyak manfaat positif yang bisa didapat. Upaya Gubernur dan Dirut PD Panca Karya ini selain untuk mendongkrak PAD, juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari persoalan Maluku selama ini yaitu problem konektivitas dan aksesbilitas yang terjadi selama ini," pungkas Adhy. (Kir)