Habib Rizieq Telah Bayar Denda Rp 50 Juta ke Pemprov DKI Jakarta

Habib Rizieq Shihab. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah membayar denda sebesar Rp50 juta kepada Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP. 

Denda itu dikenakan karena HRS menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/11/2020) malam, dan menyelenggarakan pernikahan anak bungsu HRS pada hari yang sama. 

Kedua penyelenggaraan acara tersebut dianggap melanggar protokol Covid-19 karena memgakibatkan kerumunan. 

Surat pengenaan denda dikirim langsung oleh Satpol PP kepada HRS, Minggu (15/11/2020) pagi. 

"Tentang denda Pemda DKI, dari pihak HRS telah terima suratnya, bahkan sudah membayarnya, serta memaklumi hal tersebut sesuai aturan perundangan yang ada. Semua ini terjadi akibat antusias ummat tak terbendung, sehingga terjadi penumpukkan," kata DPP  Lembaga Informasi Front (LIF), lembaga milik FPI, melalui akun, @Dpp_L1f, Minggu (15/11/2020). 

Seperti diketahui, saat mengumumkan akan pulang ke Indonesia pada 9 November 2020 dari Mekkah, Arab Sudi, HRS memberitahu agenda yang akan dijalankannya begitu pesawat Saudi Airlines yang ditumpanginya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020. Di antaranya menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menikahkan anak bungsunya di tempat dimana ia tinggal di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020). Maulid diselenggarakan di Jalan KS Tubun, dan diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 orang. 

Habib mengumumkan kepulangannya pada 4 November 2020 melalui akun YouTube Front TV. 

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo  dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, Minggu (15/11/2020), mengapresiasi  kebijakan Gubernur Anies Baswedan menjatuhkan sanksi denda administratif kepada HRS dengan mengatakan kalau Anies melakukan langkah terukur dalam menyikapi kerumunan yang terjadi pada acara Maulid Nabi dan pernikahan putri HRS di Petamburan. 

"Saya selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan yang telah mengambil langkah-langkah terukur terhadap adanya pelanggaran dari suatu kegiatan yang diselenggarakan di Petamburan," katanya. 

Doni menyebut denda yang dikenakan Anies kepada HRS tu adalah denda tertinggi dan bisa dilipatgandakan jika terulang.

"Menurut Gubernur Anies, denda tersebut akan dilipatgandakan menjadi Rp 100 juta," ujarnya. (rhm)