Habib Rizieq Putuskan Jeda Sejenak, Tidak Berkegiatan Untuk Sementara Waktu

Habub Rizie Shihab saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari Arab Saudi pada 10 November 2020. (Foto: Ist)

Jakarta, Dekannews- Imam Besar (IB) Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) memutuskan untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan apapun yang berdampak pada penumpukan massa hingga situasi normal.

Hal itu disampaikan DPP FPI melalui siaran tertulis yang ditandatangani Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman, Kamis (19/11/2020).

"IB HRS saat ini memilih untuk istirahat, jeda sejenak, karena cukup lelah akibat melalui perjalanan panjang dan langsung beraktivitas dengan tingkat kepadatan tinggai," kata FPI dalam siaran pers tersebut.

Selain alasan ini, secara gamblang FPI juga menjelaskan bahwa keputusan HRS untuk istirahat sejenak adalah karena adanya isu liar di berbagai media, baik media sosial maupun media-media propagandis, yang selalu menjadikan HRS sebagai target, dan karena tingginya antusiasme umat setiap kali HRS melakukan kegiatan, sehingga terjadi kerumunan dan penumpukkan massa.

"Sehingga sebagai wujud komitmen IB HRS dalam mengajak umat menciptakan pola hidup sehat di masyarakat, maka untuk sementara IB HRS memilih tidak melakukan kegiatan yang akan berdampak pada penumpukan massa hingga situasi normal," tegas FPI.

Melalui siaran pers ini, FPI juga meminta maaf kepada elemen-elemen masyarakat yang telah mengajukan undangan untuk menghadiri acaranya, karena undangan tersebut tak dapat dipenuhi hingga HRS memutuskan dapat beraktivitas secara normal kembali.

Seperti diketahui, kepulangan HRS ke Tanah Air setelah 3,5 tahun lebih "mengungsi" ke Arab Saudi, disambut jutaan pendukung dan simpatisannya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pada 10 November 2020.

Setelah tiba di Tanah Air, HRS langsung menjalani serangkaian kegiatan yang seluruhnya disambut antusias masyarakat hingga jumlah orang yang hadir bukan lagi puluhan atau ratusan, melainkan ribuan.

Kegiatan HRS pada Sabtu (14/11/2020) di lingkungan tempat tinggalnya di Petamburan, Jakarta Pusat, yakni kegiatan mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menikahkan putri bungsunya, justru berbuntut ke jalur hukum, karena dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan melanggar UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Atas laporan yang diregistrasi dengan nomor: LI/279/XI/2020/PMJ/Ditreskrimum tanggal 15 November 2020 itu sejumlah pihak telah dimintai keterangan dan klarifikasi, antara lain Gubernur Anies Baswedan dan ketua panitia pernikahan anak HRS, yakni Haris Ubaidillah. (rhm)