Habib Rizieq Ajak Umat Islam Jalankan Revolusi Akhlak Mulai Hari Ini

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) mengajak para pendukung dan simpatisannya untuk melakukan revolusi akhlak mulai hari ini, Selasa (10/11/2020). 

Ajakan itu disampaikan HRS di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020), tak lama setelah kembali dari Mekkah, Arab Saudi, tempat dirinya "mengungsi" sejak April 2017.

"Kepulangan saya kali ini, Saudara, tidak lain, tidak bukan, saya menyerukan dan mengajak kepada semua umat Islam Indonesia, ayo sama-sama revolusi akhlak. Setuju?" kata HRS. 

"Setuju...!" sahut ribuan pendukung dan simpatisan HRS yang memadati kediamannya, dan menyanyikan yel-yel agar revolusi akhlak segera dijalankan. 

HRS menjelaskan, revolusi akhlak bertujuan untuk menyelamatkan NKRI, dan dimulai dengan hijrah dari perbuatan maksiat ke perbuatan yang lebih taat akan aturan agama.

"Karena itu, kepada umat Islam, mulai hari ini sudah revolusi akhlak dan semua yang tidak taat harus menjadi taat. Setuju?" tanya HRS lagi

"Setuju...!" jawab para pendukung dan simpatisan HRS. 

HRS mengajak pendukung dan simpatisannya agar mereka hjrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik, dan mengajak untuk mengganyang segala kezaliman dan korupsi. 

"Hijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik! Kita ganyang segala kezaliman. Kita lawan segala korupsi," tuturnya. lawan segala korupsi," katanya.

HRS tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari Jeddah, Arab Saudi, dengan pesawat Saudi Airlines, pada Selasa (10/11/2020) pagi dengaj disambut ratusan ribu, bahkan ada yang mengatakan jutaan pendukung dan simpatisannya. 

Dari Bandara Soekarno-Hatta, HRS langsung ke kediamannya di Petamburan. 

Sekretaris Umum FPI Munarman menjelaskan,  revolusi akhlak yang diusung HRS berbeda dengan revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi, namun menegaskan bahwa revolusi akhlak gagasan HRS akan menggantikan revolusi mental ala Jokowi yang gagal. 

"Revolusi mental telah gagal karena tak berlandaskan Alquran dan sunah," katanya. (rhm)