Gelar Seleksi Anggota FKDM di Tengah Pandemi, Kebijakan Bakesbangpol DKI Dipertanyakan

Kepala Bakesbangpol DKI Taufan Bakri. (Dok: Kesbang)

Jakarta, Dekannews- Wakil Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Tanjung Priok, Harry Langitan, mempertanyakan kebijakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri yang tetap menyelenggarakan seleksi pemilihan anggota FKDM di tingkat kecamatan dan kelurahan. 

Pasalnya, di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemilihan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan RT/RW saja ditunda. 

"Ada apa dengan Balesbangpol DKI? Karena seiring dengan berakhirnya masa jabatan FKDM tingkat kecamatan dan kelurahan, rekrutmen anggota untuk masa periode 2020-2023 tetap diselenggarakan. Padahal pemilihan LMK dan RT/RW saja ditunda meski masa jabatannya juga berakhir," kata Harry melalui pesan WhatsApp, Senin (16/11/2020). 

Ia menilai, rekrutmen FKDM tingkat kecamatan dan kelurahan untuk periode 2020-2023 yang saat ini sedang berlangsung di lima kota administrasi dan kabupaten, rentan menimbulkan klaster baru penularan Covid-19, sementara di sisi lain Pemprov DKI Jakarta sendiri sedang berupaya menekan penyebaran virus asal China tersebut. 

"Selayaknya Bakesbangpol menunda rekrutmen anggota FKDM di tingkat kecamatan dan kelurahan guna mencegah munculnya klaster baru Covid-19 dari rekrutmen itu," katanya. 

Seperti diketahui, sesuai Pergub Nomor 138 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini Di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dari setiap kecamatan dipilih 9 anggota FKDM, dan dari setiap kelurahan dipilih 7 anggota FKDM. 

Dengan jumlah kecamatan sebanyak 44 di DKI, maka anggota FKDM di tingkat kecamatan yang akan direkrut sebanyak 396 orang, sementara dengan jumlah kelurahan sebanyak 267, maka jumlah anggota FKDM tingkat kelurahan yang direkrut sebanyak 1.869 orang. Total 2.265 orang. 

Dengan jumlah yang direkrut mencapai 2.265 orang, peserta yang mendaftar kemungkinan akan mencapai dua kali atau bahkan tiga kali atau empat kali lipat dari yang dibutuhkan, sehingga kantor-kantor kecamatan dan kelurahan tempat seleksi dilakukan, akan menjadi penuh dengan peserta pada awal-awal seleksi yang menggunakan sistem gugur tersebut. 

Seleksi ini diawali dengan tahap pengumuman pendaftaran pada 12-18 November 2020, sementara seleksi tertulis pada 2-3 Desember 2020, dan seleksi lisan (wawancara) pada 14-15 Desember 2020.

Harry mengatakan, saat ini menjelang masa periode berakhir, FKDM periode 2015-2020 seperti dirinya tengah fokus menjalankan tugas deteksi kerawanan menjelang penyelenggaraan Reuni 212 yang rencananya akan diselenggarakan di Monas pada 2 Desember 2020.

"Sesuai dgn arahan Gubernur Anies, kami fokus Jaga Kampung, Jaga Jakarta dari ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan Kamtibmas," pungkas Harry.  (rhm)